Nelayan Kalteng Tersenyum Dapat Bantuan Modal Usaha Bergulir

Simbolis : IST/BERITA SAMPIT - Direktur BLU LPMUKP Syarif Syahrial saat menyerahkan secara simbolis Pembiayaan BLU LPMUKP untuk Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Kalteng kepada Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Jumat 19 Maret 2021.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah Darliansjah melakukan peluncuran dan penyaluran pinjaman nelayan. Jumat 19 Maret 2021.

Bantuan yang diberikan merupakan bantuan dari Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Selain bantuan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan benih ikan Betok dan ikan Jelawat kepada perwakilan nelayan.

“Besar harapan saya, melalui program ini dapat membantu mengatasi permasalahan permodalan dan pengembangan usaha juga memperkuat daya saing pelaku usaha kelautan dan perikanan yang potensial, khususnya pelaku usaha di Kalimantan Tengah,” ucapnya Gubernur.

Dirinya berpesan untuk pelaku usaha yang nantinya memperoleh bantuan pinjaman dana bergulir agar dapat mengelola modal usaha dengan baik dan bertanggung jawab dengan memanfaatkan pendampingan dari BLU LPMUKP.

Kepada kelompok pembudidaya ikan yang menerima bantuan benih agar dapat mengelolanya dengan baik untuk membantu peningkatan produksi hasil perikanan di Kalteng.

Dalam kesempatan ini Direktur LPMUKP menyampaikan laporan bahwa sebagai langkah awal ini pihaknya telah mencairkan dan menyetujui penyaluran pinjaman dana bergulir di Provinsi Kalteng sebesar Rp 6.008.500.000 dengan pemanfaat lebih dari 67 orang.

BACA JUGA:   Aktivis Muda Ini Minta Transparansi Data dan Dana Penanganan Covid - 19

“Jumlah ini tentu kami harapkan akan terus meningkat, apalagi jika mendapat dukungan penuh dari Bapak Gubernur, kami yakin realisasi pinjaman untuk peningkatan akses permodalan bagi masyarakat KP di Provinsi Kalteng akan terus meningkat,” pungkasnya.

Dalam acara ini pula Kadislutkan Provinsi Kalteng Darliansjah mengatakan dirinya berharap agar Pinjaman dari LPMUKP ini dapat memperkuat struktur permodalan termasuk juga dapat meningkatkan daya saing, sehingga pelaku usaha perikanan semakin memiliki keunggulan komperatif dan kompetitif.

“Sesuai arahan Gubernur Kalteng kepada Jajaran Dislutkan agar melakukan terobosan percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan Kalteng antara lain program pembangunan kawasan kluster udang vaname di sepanjang pantai Kabupaten Sukamara, Kobar, Seruyan dan Kotim, kemudian program pembangunan kampung ikan lokal antara lain ikan Jelawat, ikan Betok, ikan Gabus dan ikan Belida termasuk revitalisasi kolam keramba di kawasan food estate, Insya Allah dalam waktu dekat Bapak Gubernur akan audensi dengan Menteri KP guna mensinergiskan program tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA:   Komisi III Panggil Dinkes Provinsi Bahas Penanganan Covid-19

Berkenaan penyaluran pinjaman atau pembiayaan BLU LPMUKP, diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalteng kepada delapan pelaku usaha kelautan dan perikanan, yang diterima oleh Kepala Dinas Perikanan masing-masing kabupaten sebagai perwakilan dari pelaku usaha kelautan dan perikanan Kalteng, yang berasal dari Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas sebanyak lima pelaku usaha. Sementara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Seruyan sebanyak tiga pelaku usaha.

Selain itu pada kesempatan ini pula, diserahkan secara simbolis benih ikan betok sebanyak 100.000 ekor dan ikan jelawat sebanyak 20.000 ekor kepada 4 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan).

Di Kota Palangka Raya, antara lain Kelompok Pembudidaya Ikan Air Hidup benih ikan betok sebanyak 35.000 ekor, Kelompok Pembudidaya Ikan UT Danum benih ikan betok sebanyak 30.000 ekor, Kelompok Pembudidaya Ikan Hapakat Maju benih ikan betok sebanyak 35.000 ekor, dan Kelompok Pembudidaya Ikan Anak Kahayan benih ikan jelawat sebanyak 20.000 ekor.

(Hardi/Beritasampit.co.id)