21 Maret Hari Puisi Sedunia, Begini Sejarahnya

JUN/BERITA SAMPIT - Illustrasi

SAMPIT – United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), menetapkan, tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia (World Poetry Day).

Ditetapkannya Hari Puisi Sedunia ini bertujuan untuk mempromosikan kegiatan membaca, penulisan, penerbitan, pengajaran dan penghayatan Puisi di seluruh dunia. Seperti yang telah dituangkan dalam deklarasi UNESCO, yakni memberikan pengakuan dan dorongan baru bagi gerakan Puisi Nasional, Regional, dan Internasional.

UNESCO sendiri merupakan badan khusus PBB yang berdiri pada 1945. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk mendukung perdamaian dan keamanan, dengan mempromosikan kerjasama antar Negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya, dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan keadilan, peraturan hukum, HAM dan kebebasan hakiki.

Perayaan Hari Puisi pada umumnya dilaksanakan setiap bulan Oktober. Kemudian pada akhir abad ke-21 Komunitas Puisi Dunia merayakannya Hari Puisi setiap Tanggal 15 Oktober.

Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari lahir Virgil, seorang penyair wiracarita Romawi era Augustan. Sedangkan di Indonesia, Hari Puisi Nasional, di kalangan literasi merayakannya setiap tanggal 28 April.

Dijadikannya 28 April sebagai hari Puisi Nasional ini sekaligus mengenang wafatnya Chairil Anwar, penyair terkenal angkatan 45. Chairil Anwar lahir di Medan, 26 Juli 1922 dan wafat di Jakarta pada 28 April 1949.

Disamping itu, setiap bulan Oktober, Indonesia merayakannya sebagai bulan bahasa.

Dipilihnya bulan bahasa dan sastra pada bulan Oktober, hal ini merujuk pada sejarah bangsa Indonesia. Pada bulan itu, tepatnya 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, dimana dalam deklarasi pemuda saat itu diikrarkan sebagai bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia.

BACA JUGA:   Hadirkan Menteri, Rektor IAIN Palangka Raya Puji Mahasiswa

Meski berbeda waktu penetapannya, namun para penggiat Puisi di Indonesia tetap merayakan momen tersebut, baik nasional maupun internasional.

Hari Puisi Nasional (23 April), bulan bahasa (Oktober), Hari Puisi Se Dunia (15 Oktober/21 Maret), sebab di beberapa negara perayaan Hari Puisi masih menggunakan Tanggal 15 Oktober.

Namun sesuai tanggal yang sudah ditetapkan oleh UNESCO Hari Puisi Sedunia disepakati dan selalu di peringati pada tanggal 21 Maret.

Penetapan Hari Puisi Sedunia, 21 Maret, berdasarkan deklarasi pada Konferensi Umum ke-30 di Paris, tahun 1999, setelah UNESCO mengakui kemampuan unik puisi dalam semangat kreatif dari pikiran manusia.

Dengan tujuan untuk mendukung keragaman bahasa melalui ekspresi puisi dan untuk meningkatkan kesempatan bahasa yang terancam punah didengar di tingkat lokal dan internasional, sesi ke-30 Konferensi Umum UNESCO, mencanangkan 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia.

“Sebagai bagian dari perayaan Hari Puisi Sedunia tahun 2021, UNESCO Creative Cities of Literature, yang dikoordinir oleh kota Granada (Spanyol), akan mengadakan perayaan bersama bertema Reconnecting People,” Demikian kutipan dalam laman resminya.

Pada tajuk “Kota Kreatif Sastra UNESCO bergabung untuk merayakan Hari Puisi Sedunia 2021” disebutkan, jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN), pada 2004 lalu telah mengumpulkan 246 kota di seluruh dunia, yang telah mengakui budaya dan kreativitas sebagai pemungkin strategis untuk pencapaian pembangunan kota yang berkelanjutan di bawah Agenda 2030.

“Visi memanfaatkan kekuatan transformatif budaya dan kreativitas dalam berbagai aspek tata kelola perkotaan adalah kekuatan pendorong di belakang UCCN. Aset budaya dan semangat kreatif setiap kota anggota tercakup dalam tujuh bidang kreatif Jaringan, yaitu: Kriya dan Seni Rakyat, Desain, Film, Gastronomi, Sastra, Seni Media, dan Musik,” dibeberkan dalam tulisan itu.

BACA JUGA:   Dewan Minta Bupati Kotim Perhatikan Kualitas Pendidikan

Menyadari kemampuan unik puisi untuk menangkap semangat kreatif orang-orang di seluruh dunia, perayaan tahun ini menggemakan tujuan dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO dan menumbuhkan sinergi antara sastra dan bidang seni lainnya.

“Melalui perayaan ini, kota-kota di seluruh dunia menghormati penyair lokalnya, mempromosikan membaca, menulis, dan mengajar puisi, serta meningkatkan kesadaran tentang kekuatan sastra dan puisi untuk masyarakat yang berkelanjutan dan inklusif,”

Kota Sastra Kreatif UNESCO telah menunjukkan daya cipta dan kreativitas mereka dalam menyelenggarakan acara dan kegiatan kolaboratif dan individu.

Kota-kota anggota mendukung dan menawarkan visibilitas kepada bakat sastra lokalnya sambil berbagi pesan solidaritas, harapan, dan ketahanan kepada penduduknya di tengah pandemi saat ini.

Berbagai prakarsa perayaan Hari Puisi Sedunia 2021 yang dilakukan oleh beberapa Kota Sastra Kreatif UNESCO. Diantaranya kota Baghdad, Iraq.

Kota ini memperkuat ikatan sosial dan menawarkan rasa kebersamaan di saat terkunci dan menjaga jarak dengan berbagi video pendek yang menampilkan penyair lokal dan internasional, dengan mengusung tema “Melalui Puisi Membawa Kita Bersama.

Sedangkan di Granada, Spanyol, menyelenggarakan acara publik luar ruangan dengan lebih dari 50 penyair lokal membacakan karya sastra mereka, sejalan dengan tema “Menghubungkan Kembali Orang”.

Sekaligus disiarkan langsung di saluran YouTube kota. Acara paralel juga akan diadakan di Universitas Granada, bertajuk “Puisi Granada Slam”, mengundang 10 penyair untuk mempresentasikan karya sastra mereka kepada penonton secara langsung.

(jun/beritasampit.co.id)