Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Diharapkan Mampu Menjawab Keresahan Masyarakat

TRANING : IST/BERITA SAMPIT - Acara Euroweek International Training, dengan tema Digital Teaching Method In Covid-19 Era, secara virtual, Jumat 26 Maret 2021 yang diikuti Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu.

PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, mewakili Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri sekaligus menjadi narasumber kegiatan Euroweek Foundation, dan Sworld Vietnam dalam acara Euroweek International Training, dengan tema Digital Teaching Method in Covid-19 Era, secara virtual zoom, Jumat 26 Maret 2021.

Pada kesempatan tersebut Hera berharap seluruh rangkaian kegiatan dalam acara Euroweek International Training ini akan berjalan lancar, aman tertib dan sukses.

“Kegiatan yang bertujuan untuk mempertemukan, dan mengedukasi orang-orang dari berbagai belahan dunia ini, merupakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia khususnya Palangka Raya, dapat membuka wawasan serta mengedukasi satu sama lain serta berbagi perspektif tentang pengajaran dari Negara lain,” jelasnya.

BACA JUGA:   Sidang Tipikor PDAM Kapuas Ditunda 4 Pekan, Ini Dia Alasannya

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, indeks aktivitas literasi Kalimantan Tengah yang dirilis tahun 2020 terbilang rendah dengan angka rata-rata 37,32.

Menurut Hera, literasi digital merupakan salah satu literasi yang memberikan dampak besar bagi peningkatan indeks pembangunan literasi di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satu kegiatannya adalah webinar dan pelatihan internasional seperti ini dalam rangka meningkatkan budaya literasi digital dan pemahaman sistem pendidikan melalui digital dari perspektif negara lain.

BACA JUGA:   Mengaku Dikirim Video Porno Oleh Oknum Pengacara, Wartawati Media Pelopor Lapor Polisi

“Selain itu berdasarkan data dari Perpusnas RI indeks pembangunan literasi meningkat 2,81 poin. Peran perpustakaan dalam membentuk manusia yang unggul bersumber pada kedalaman pengetahuan yang dimiliki atau literasi. Literasi yang diperoleh dari keaktifan membaca bukan teks namun sudah mampu memahami konteks,” pungkasnya.

Hera berharap konsep transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial mampu menjawab keresahan dan kekhawatiran masyarakat di situasi pandemi Covid-19.

Kegiatan International Training ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luar biasa, sehingga kedepannya dapat memajukan pendidikan dan literasi di Indonesia khususnya Kota Palangka Raya. (Hardi/beritasampit.co.id).