Kemandirian Ekonomi Prioritas Pembangunan Sukamara Tahun 2022

MUSRENBANG : ENN/BERITA SAMPIT - Bupati Sukamara Windu Subagio saat memimpin jalannya Musrenbang tingkat kabupaten.

SUKAMARA – Bupati Sukamara Windu Subagio mengatakan bahwa prioritas pembangunan pada tahun 2022 harus mengacu pada kemandirian ekonomi yang berbasis sumber daya alam lokal, seperti pertanian dalam arti luas termasuk di dalamnya peternakan dan budidaya perikanan.

“Pembangunan perekonomian berbasis kerakyatan dan sumberdaya lokal ini tentu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja serta kesempatan berusaha,” jelas Windu Subagio saat membuka Musrenbang tingkat kabupaten, Rabu 31 Maret 2021.

Menurut Windu, pembangunan perekonomian berbasis kerakyatan sejalan dengan tema yang diusung pada tahun 2022, yaitu pemantapan keunggulan kompetitif produk lokal Sukamara di tingkat regional maupun nasional juga harus dibarengi dengan pemantapan kualitas pelayanan dasar untuk peningkatan daya saing daerah menuju Sukamara yang setara di segala bidang.

BACA JUGA:   Sukamara Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil

“Jadi pada tahapan ini pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas dan kompetensi SDM di berbagai bidang dan layanan dasar masyarakat berkelanjutan,” ucap Windu.

“Selain itu, meningkatkan kewirausahaan yang kreatif dan produktif selaras dengan perkembangan teknologi dan informasi, penguatan usaha industri dan komoditas potensial di Sukamara,” lanjut Windu.

Selanjutnya pembangunan diarahkan pada percepatan penanggulangan kemiskinan secara terpadu melalui peningkatan pendapatan masyarakat miskin, memberdayakan ekonomi mikro dan kecil serta pembangunan sarana prasarana penunjang pengelolaan persampahan.

BACA JUGA:   Empat Perusahaan Besar Sawit di Sukamara Ikut Program Vaksinasi Gotong Royong

Selain itu, juga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan peningkatan cakupan pengangkutan sampah perkotaan.

Bahkan diarahkan pada peningkatan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup serta pemantapan infrastruktur pendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru. (enn/beritasampit.co.id).