Sejumlah Pihak di Kotim Gotong Royong Perbaiki Jalan Lingkar Selatan, Pemprov Kemana?

IST/BERITA SAMPIT - Bantuan material untuk perbaikan jalan lingkar selatan Sampit, oleh ALFI beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Hasil kesepakatan dari pertemuan antara Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur (Kotim), bersama pihak Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim, Organisasi Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) serta Pelindo III Sampit, mendapatkan kesepakatan untuk membantu perbaikan jangka pendek kerusakan jalan di jalur lingkar selatan sekitar 3 kilometer, dengan bantuan sekitar Rp 1,5 miliar.

Meski anggaran perbaikan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, sebab perbaikan kerusakan di ring road selatan Kota Sampit ini diperkirakan menelan biaya Rp 3,5 miliar, namun sehubungan bantuan tersebut sifatnya gotong royong dari para pelaku usaha di Kotim, setidaknya dianggap bisa membantu sementara waktu agar jalan itu fungsional sembari menunggu pengerjaan proyek dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kalau PBS Rp 1 miliar, ALFI dan Organda Rp 200 juta lebih serta Pelindo III 5 persen, jadi sekitar 1,5 miliar, sebagian saja tidak maksimal.
Tetapi sesuai dengan instruksi Gubernur melalui Bupati Kotim, minggu depan tidak ada tindaklanjut, maka untuk sementara angkutan berat dialihkan ke lingkar selatan semua, biar mereka merasa jalan rusak itu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BPD), Alang Arianto, yang bertindak sebagai pimpinan rapat dalam pertemuan yang digelar di lantai 2┬áKantor Pemda Kotim, Senin 5 April 2021, siang.

BACA JUGA:   6 RT di Desa Penyaguan Ramai-ramai Usulkan Peningkatan Jalan dan Jembatan

Dijelaskan Alang, jalan lingkar selatan merupakan kewenangan Pemprov Kalteng, sehingga bantuan yang diberikan sifatnya gotong royong.

“Yang kita inginkan jalur itu bisa fungsional dulu, dan ini yang kita minta pihak PBS yang banyak melintas dapat berkontribusi bersama-sama,” paparnya.

“Memang banyak sektor seperti pertambangan, kehutanan, BUMN dan perkebunan sawit, tapi kami menginginkan yang sering melewati menuju jalur bagendang, termasuk ALFI dan Organda,” lanjutnya.

BACA JUGA:   Orang Tua Harus Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak

Saat ini, menurut Alang, yang sudah berjalan memberikan bantuan yakni dari ALFI yang dalam sepekan ini sudah mencapai 63 ret, pasir Agregat.

“Kemarin dari ALFI ada 35 ret, dan hari ini 28 ret. Dan kami minta pada pihak PBS dalam minggu-minggu ini juga sudah bisa jalan menyalurkan materialnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Kotim, Machmoer, juga menegaskan, bahwa pihaknya sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan kapan saja siap, selagi meterial yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut telah disediakan.

“Kalau untuk alat, kita siap kapan saja. Kalau materialnya ada kita bisa mengerjakannya dengan cepat, ditargetkan 10 atau 15 hari bisa selesai,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).