3.011 Tenaga Pendidik di Kobar Siap Divaksin

Man/BERITA SAMPIT : Sekretaris Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kobar, Ibramsyah.

 

PANGKALAN BUN – Sebanyak 3.011 tenaga pendidik atau pengajar dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi sasaran prioritas siap divaksin covid-19, yang saat ini pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar sedang memproses pegajuan daftar pendidik ke Dinas Kesehatan Kobar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kobar Rustam Effendy melalui Ibramsyah Sekretaris Disdikbud Kobar mengatakan, pelaksanaan vaksin bagi 3.011 tenaga pendidikan terdiri dari Tingkat Taman Kanak Kanak (TK), SDMI dan SMP /MTS, tinggal menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan.

“Kami telah mendata, dimana pendataan tersebut langsung oleh sekolah, dan daftarnya telah kami serahkan kepada Dinas Kesehatan, tinggal menunggu saja kapan waktu pelaksanaannya,” kata Ibramsyah, dikonfirmasi beritasampit.co.id, melalui telephon genggamnya, Selasa 6 April 2021.

BACA JUGA:   Sambut Baik PTM, Bunda PAUD Kobar Ingatkan Prokes

Menurut Ibram dari jumlah 3.011 tenaga pendidik, terdiri dari TK 540 peserta, SD sebanyak 1.788 dan SMP sebanyak 631 peserta. Serta di tambah Pegawai Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di 6 Kecamatan ada 52 orang.

Sementara itu Bupati Kobar Hj Nurhidayah menegaskan, bahwa tenaga pendidikan ini juga penting untuk mendapatkan vaksinasi segera. Sehingga tenaga pendidikan ini masuk daftar prioritas selanjutnya. Sebab dunia pendidikan yang paling terdampak Covid-19.

“Ibu minta tenaga pendidikan di Kobar agar diprioritaskan Dinkes untuk vaksinasi tahap selanjutnya. Jadi saat ada vaksin datang, sasarannya sudah jelas yakni tenaga pendidikan se Kobar,” jelasnya.

BACA JUGA:   Golkar Kobar Gelar Vaksinasi Massal 1.200 Dosis Vaksin Serentak di 5 Kecamatan

Sebab menurut Bupati, di Kobar sudah ada ratusan sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka. Tentu ini menjadi dasar bahwa semua tenaga pendidikan mendapatkan vaksin.

“Dengan telah di vaksinya seluruh tenaga pendidikan, maka hal itu akan menurunkan resiko penularan, Sehingga pelajar dan para orang tua tidak perlu khawatir lagi,” ujarnya.

Meskipun, tambah Bupati, semua pihak wajib menerapkan protokol kesehatan. Sehingga di Kobar tidak ada penularan baru dan semua sekolah bisa menggelar tatap muka. Karena adanya kerinduan bagi pelajar untuk belajar di sekolah.

(man/beritasampit.co.id).