Agrowisata Lapas Sukamara Diresmikan

Pukul Gong : ENN/BS - Wakil Bupati Sukamara Ahmadi saat memukul gong tanda diresmikannya Agrowisata mini Lapas Kelas III Sukamara.

SUKAMARA – Agrowisata mini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sukamara resmi di buka oleh Wakil Bupati Sukamara Ahmadi pada Selasa 6 April 2021.

Dalam pembukaan agrowisata mini Lapas Kelas III Sukamara hadir Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, Ilham Djaya dan rombongan yang melihat secara langsung keindahan agrowisata mini pertama di Indonesia tersebut.

Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalteng Ilham Djaya mengatakan bahwa adanya agrowisata di Lapas Kelas III Sukamara merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di lapas tersebut.

BACA JUGA:   Wabup Harapkan Bantuan Parpol Kembangkan Pondok Pesantren Sukamara

“Karena pembinaan didalam Lapas ada dua yaitu pembinaan Kepribadian dan kemandirian, sedangkan Agrowisata ini merupakan pembinaan kemandirian,” kata Ilham Djaya usai pembukaan Agrowisata Mini Lapas Kelas III Sukamara.

“Selain itu pembinaan kemandirian di Sukamara juga melihat karakteristik daerah dimana daerahnya luas dan tempat pertaniannya baik, karena itu agrowisata kesimpulan yang sangat baik,” lanjut Ilham Djaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukamara Ahmadi mengatakan bahwa agrowisata merupakan kegiatan mengembangkan sumber daya alam suatu daerah yang memiliki potensi dalam bidang pertanian untuk dijadikan kawasan wisata.

BACA JUGA:   Wabup Minta Agar Ada Ekosistem Baru di Hutan Kota Sukamara

“Bapak bupati juga sangat apresiasi dengan pengembangan agrowisata di Lapas Kelas III Sukamara ini, beliau sudah dua kali juga melihat langsung sebelum diresmikan hari ini,” kata Ahmadi saat akan membuka dan meresmikan Agrowisata mini Lapas Kelas III Sukamara.

Ahmadi juga menjelaskan bahwa agrowisata menjadi yang paling cepat pertumbuhannya diantara model pengembangan pariwisata lainnya.

“Dan dapat disambut baik masyarakat dan menjadi salah satu alternatif yang dapat mendorong ekonomi suatu daerah,” tukas Ahmadi.

(enn/beritasampit.co.id)