DPRD Bahas Jalur Truk di Parenggean

PERTEMUAN : IST/BERITASAMPIT - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H Hairis Salamad (tengah batik putih corak biru) saat melakukan pertemuan dengan Unsur Muspika Kecamatan Parenggean.

SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Hairis Salamad mendorong pemerintah Kecamatan Parenggean agar membukakan jalur khusus truk dan angkutan berat lainnya supaya tidak masuk lewat jalan dalam kota.

“Kemarin saya ketemu dengan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Parenggean. Lewat pertemuan itu saya mendorong camat dan semua pihak terkait lainnya, khususnya dengan pemilik tanah untuk membahas agar ada jalan alternatif bagi bagi truk besar dan tidak perlu lagi melintasi jalan poros atau pusat Kecamatan Parenggean. Itu harus bisa segera direalisasikan,” kata Hairis, Selasa 6 April 2021.

Kecamatan Parenggean yang merupakan kecamatan di wilayah utara dengan aktivitas perekonomiannya sangat tinggi dan memiliki potensi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, perkayuan, perdagangan dan lainnya.

BACA JUGA:   Halikinnor Doakan Rudini Jadi Ketua DPRD Kotim

Menurut Wakil Ketua DPRD itu, selama ini truk-truk perusahaan melintasi jalan poros, termasuk kawasan pusat kecamatan. Padahal, jalan tersebut sebenarnya tidak layak dilalui truk dan dump truk karena ramai aktivitas masyarakat seperti warga masyarakat dan anak-anak sekolah.

Dengan tingginya intensitas aktivitas truk tentu berdampak besar terhadap laju kerusakan jalan dan hal yang paling dikhawatirkan, tingginya aktivitas truk-truk tersebut rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

“Sudah ada pertemuan dengan tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah di Parenggean dan sepakati membuka jalan lintas agar truk-truk tersebut tidak lagi masuk melintasi jalan dalam kota atau kecamatan,” bebernya.

Lanjut Hairis, apabila pengalihan jalur truk bisa terwujud maka bisa mengurangi tingkat kerusakan jalan serta pasti akan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan itu.

BACA JUGA:   Banjir di Kotim Meluas, 61 Desa dan Kelurahan di 8 Kecamatan Terendam

Dirinya juga mendorong unsur Muspika agar mengadakan pertemuan dengan pihak masyarakat pemilik tanah, supaya bisa dengan cepat terealisasi keinginan itu.

“Wacana jalan lintas itu dari lokasi SMA 1 Parenggean tembus ke belakang rumah sakit Pratama, untuk jalannya sudah ada tapi karena masuk dalam IUP tambang, makanya perlu dibicarakan dengan pemilik lahan. Memang jalan itu perlu ditingkatkan untuk perataan, tapi bisa ambil latrit di kiri dan kanan jalan sehingga bisa cepat selesai pengerjaannya,” tutup politisi Partai Amanat Nasional itu.

(im/beritasampit.co.id).