Harga Cabai “Semakin Pedas”, Begini Saran Kreatif Kadis Ketahanan Pangan Kalteng Untuk Masyarakat

WAWANCARA : HARDI/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Lilis Suriani diwawancara di BallRoom Hotel Aquarius Botique Palangka Raya, Rabu 7 April 2021.

PALANGKA RAYA – Hargai cabai sampai saat ini semakin tinggi, apa lagi menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN). Hal ini harus diantisipasi dengan cara-cara kreatif dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Lilis Suriani mengimbau kepada masyarakat manfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.

Apabila pekarangannya tidak begitu luas bisa menanam menggunakan polybag, sehingga kebutuhan cabai dan tanaman lainnya terpenuhi, dan lebih bagus lagi, apabila tanaman tersebut bisa dijual untuk meningkatkan perekonomian.

BACA JUGA:   Bank Kalteng Terus Berupaya Buat Terobosan dan Kreativitas, Berikut Hasilnya

“Selain itu saya juga mengimbau, agar bisa menggunakan cabai alternatif seperti cabai bubuk dan saus cabai. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi ketergantungan pada cabai yang harganya mahal,” kata Lilis di BallRoom Hotel Aquarius Botique Palangka Raya, Rabu 7 April 2021.

Menurut Lilis, alasan cabai mengalami kekurangan stok, disebabkan musim yang tidak terduga, sehingga yang dulunya cabai bisa 18 sampai 20 petik dalam satu pohon, sekarang hanya 10 sampai 12 kali petik saja dalam satu pohon. Luasan tanam juga mengalami banjir, sehingga mengalami pengurangan stok.

BACA JUGA:   Duduk Lesehan Bersama Warga, Gubernur Kalteng Serap Aspirasi Masyarakat

“Selain itu hama juga menjadi faktor penyebab stok cabai mengalami pengurangan, dan kondisi cuaca yang menyebabkan kualitas cabai mengalami penurunan dan hasilnya pun tidak maksimal,” ungkapnya. (Hardi/beritasampit.co.id)