Pelaku UMKM Harus Berjuang Lebih Keras dan Kreatif, Ini Alasannya

IST/BERITA SAMPIT - Suasana kelas Klinik Bisnis melalui zoom.

PALANGKA RAYA – Penyelenggaraan Kelas Klinik Bisnis sampai saat ini telah berlangsung pada tahapan akan pentingnya branding dan desain kemasan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kelas Klinik Bisnis kali ini menghadirkan narasumber dari Semarang, yang merupakan pegiat UMKM bernama Nia Nurdiansyah, Selasa 6 April 2021 melalui zoom.

Dia mengungkap usaha yang beroperasi di Indonesia mencapai 99,9 persen, yaitu ada 64 juta pegiat UMKM. “Maka dari itu UMKM kawan-kawan perlu memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri,” ucap Nia.

Nia yang juga merupakan Facilitator Women Will Semarang ini menerangkan, pentingnya para pegiat UMKM untuk menyadari nilai atau karakter dari produk yang diperjualbelikan. Karakter yang dibangun berhubungan erat branding yang akan menjadi identitas produk jualan.

BACA JUGA:   Dua Bulan Lagi 40 Ton Udang Dipanen, Akan Didistribusikan ke Jakarta

“Dengan adanya karakter sebagai identitas, kita mengenali keunikan dari pada produk yang kita jual untuk kemudian menentukan branding yang cocok untuk sebuah produk,” jelasnya.

Menurut Nia ada beberapa kriteria yang dilakukan dalam menentukan branding dalam sebuah produk pembeda dan persepsi yang hendak dikenali.

“Di lain sisi, penting untuk mengenali target pasar dari produk yang dijual dengan mempertimbangkan faktor keamanan, estetika, nilai ekonomi dan ergoomis maupun bahasa komunikasi dan promosi,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Humas Klinik Bisnis Meliyanti mengungkapkan dalam menjaring pangsa pasar dan konsumen memang sudah selayaknya para pelaku usaha lebih memahami strategi dalam menentukan kemasan sebuah produk mereka.

BACA JUGA:   Pukul 6 Pagi Jadwal Terbang ke Jawa, Pelaku Jambret dan Curas Ditangkap Pukul 4 Subuh

“Kemasan sebuah produk yang baik, menimbulkan efek ketertarikan bagi konsumen, kemasan pun menjadi reputasi dari sebuah produk dengan karakter yang dibangun,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO Klinik Bisnis Monica Putri Rasyid, kondisi saat ini adalah kesempatan untuk berjuang lebih keras dan bertindak lebih kreatif.

“My Rule, is always reflect, analyze, create strategy and execute, melalui Kelas Klinik Bisnis ayo bersama kita berjuang dan mengambil tindakan,” lugasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).