BUMDes Harus Segera Berbenah dan Berinovasi

SAMBUTAN : M.SLH/BERITA SAMPIT - Ketua DPW FBI Kalteng, Sri Harini Margaretha, S. Sos., M.Si, memberikan sambutan pada acara Launching Program Scale Up 100 BUMDes Kalteng Berkah, Sabtu 10 April 2021.

PALANGKA RAYA – Forum BUMDes Indonesia (FBI) adalah perkumpulan yang digagas oleh beberapa pelaku, pemerhati dan penggerak di berbagai wilayah di Indonesia. Awalnya dimulai dengan diskusi-diskusi di sosial media dan WhatsApp group.

Selanjutnya dilakukan serangkaian pertemuan dan audiensi dengan pihak Kementerian Desa PDTT. Menteri dan Dirjen mengapresiasi inisiatif ini dan memberikan support serta fasilitas, sehingga terbentuk perwakilan 33 provinsi dan menyelenggarakan Munas yang pertama di Padang pada tanggal 27-28 Agustus 2018.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FBI Kalimantan Tengah (Kalteng), Sri Harini Margaretha mengungkapkan bahwa, FBI memiliki visi menjadi mitra strategis dalam perumusan kebijakan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa untuk menjadi lembaga ekonomi masyarakat desa yang maju, kuat dan mandiri dan mengusung sinergi academics-business-community-government-facilitators-media (ABCGFM).

“Sinergi ABCGFM secara gotong royong menumbuhkan, menguatkan, dan memajukan BUMDes di Kalteng, termasuk pada kesempatan tersebut berkumpul merupakan implementasi dari Sinergi ABCGFM dalam bentuk kerjasama tripartit (BUMDes Industri Kampus) dan melahirkan Program Scale Up 100 BUMDes Kalteng semakin Berkah,” jelas Sri Harini di Gedung Diklat PT. Bank Kalteng Kota Palangka Raya Sabtu, 10 April 2021.

BACA JUGA:   Penghentian Sementara Penerbangan, Ini Penjelasan Citilink

Lebih lanjut ia menjelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan Program Scale Up 100 BUMDes adalah UU 11/2020 dan PP 11/2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, dan menetapkan BUMDes sebagai Badan Hukum Baru.

“Kita sudah sepatutnya bangga dan berbahagia, tapi kebahagiaan ini jangan cuma jadi euforia semata. BUMDes harus segera berbenah, berkolaborasi, dan berinovasi termasuk dalam Program Scale Up BUMDes ini. Tujuan Scale Up 100 BUMDes Kalteng ini adalah bahwa BUMDes bersinergi dengan Tim Dosen pendamping secara bersama-sama masuk dalam skema pendanaan Tingkat Nasional,” terangnya.

Sebagai bentuk Program Nasional yang berupaya menerapkan BUMDes sebagai tonggak perekonomian Desa. Sinergi ini yang kemudian dapat dipertemukan dalam kegiatan yang dilaksanakan.

“Saya sebagai Ketua DPW FBI Kalteng sekaligus mewakili Koordinator Daerah Kompartemen Akademik DPW FBI Kalteng selaku Ketua Panitia Penyelenggara, melaporkan bahwa Program Scale Up BUMDes Kalteng, akan terintegrasi dengan Program Scale Up BUMDes secara Nasional yang didukung DIKTI dan juga bumdes.id selaku penyedia platform aplikasi,” ujarnya.

BACA JUGA:   Lindungi Mahasiswa KKN, BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Palangka Raya Lakukan Kerjasama

Program Scale Up Nasional Kerjasama Kedaireka DIKTI dan bumdes.id tersebut, Kalteng mendapatkan kuota 100 BUMDes yang harus diikutkan dalam Scale Up.

“Untuk itu kami mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah atas rekomendasi 100 BUMDes untuk diikutsertakan dalam Program Scale Up ini,” kata Sri Harini.

Di dalam struktur DPW FBI Kalteng juga terdiri dari berbagai kompartemen, diantaranya Kompartemen Akademisi dan Mitra Bisnis. Dengan begitu kontribusi kompartemen Akademisi dalam DPW FBI untuk Scale Up BUMDes Kalteng sangat besar, sehingga bisa mewujudkan sinergi lintas Kampus di Kalteng dalam skema Scale Up 100 BUMDes Kalteng semakin Berkah ini.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada PT. Bank Kalteng yang telah pendanaan acara Launching program Scale Up 100 BUMDes Kalteng secara keseluruhan moril dan materil,” tutup Sri. (M.Slh/beritasampit.co.id).