Sidak di Pusat Perbelanjaan, 90 Bungkus Boraks Ditemukan

IST/BERITA SAMPIT – Kepala Kantor Loka POM Kabupaten Kobar Kodon Tarigan, langsung kelapangan bersama Tim Keamanan Pangan dan berhasil menemukan boraks 90 Kg, yang langsung dimusnahkan.

PANGKALAN BUN – Hasil intensifikasi pengawasan pangan jelang Ramadan 1442 H, tim petuas Loka Pengawas Obat dan Mamakan (POM) dan Dinas Ketahanan Pangan serta Disperindag Kabupaten Kobar, berhasil menemukan 90 bungkus boraks, yang langsung dimusnahkan, Senin, 12 April 2021.

“Boraks sebanyak 90 bungkus atau 90 Kg langsung dimusnahkan, serta pemilik sarana kita lakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak akan menjual barang-barang yang dilarang. Dan produk Kedaluwarsa yaitu Bumbu Sop (48 sachet), Keju (3 pcs), Cocoa Powder (2 box),” kata Kepala Kantor Loka POM Kabupaten Kobar Kodon Tarigan.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan, terlebih selama bulan ramadan. Hal ini selain menjadi tugas pihaknya, juga harus menjadi kesadaran semua pihak untuk tidak menjual barang yang berbahaya dikonsumsi masyarakat.

BACA JUGA:   Begini Langkah Pemkab Kobar Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

“Dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa produk pangan yang rusak, dan telah kadaluarsa, produk Pangan TIE (tanpa izin edar) serta Bleng (Garam Kuning) yang mengandung boraks bahan berbahaya yang dilarang”, ujar Kodon Tarigan.

Dan sebagai tindak lanjut, kata Kodon Tarigan dilakukan pembinaan kepada pemilik sarana distribusi pangan. Kemudian hasil temuan dilakukan pemusnahan terhadap produk tersebut.

“Namun pada umumnya dapat dikatakan bahwa produk pangan dalam rangka menyambut Ramadhan adalah aman untuk masyarakat. Kami mengharapan dan menghimbau kepada para pengusaha dan pemilik sarana distribusi pangan harus selalu aktif dan selektif dalam menjual produk pangan,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Nama Kadis PUPR Kobar Dicatut Dalam Janji Proyek, Pelaku Akan Diberi Efek Jera

Ia juga mengiatakan masyarakat sebagai pembeli harus ekstra ketat untuk memilih barang yang akan dibelinya dengan cara meng INGAT CEK CLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa) pada produk pangan yang akan di beli atau di konsumsi oleh masyarakat.

Untuk diketahui kegiatan ini diikuti Kadis Ketahanan Pangan Ibu Kris Budi Hastuti melaksanakan intensifikasi Pengawasan Pangan kebeberapa lokasi Pasar, Warung dan Minimarket serta Supermarket.

(man/beritasampit.co.id).