Ternyata Ini Motif yang Memicu Aksi Pelemparan Mobil Bok di Desa Pundu

IST/BERITA SAMPIT - Video sempat viral, salah seorang remaja yang tersinggung dengan sopir bok, berupaya mencegat mobil di KM 85 Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, pada Sabtu 10 April 2021 lalu.

SAMPIT – Setelah Polisi melakukan lidik dengan mengumpulkan bukti dan keterangan, ternyata aksi pelemparan bukan motif pemalakan, namun aksi kemarahan atau tersinggung ketiga remaja lantaran tidak terima di klakson dan didahului mobil bok yang dikendarai Reza Yuliansyah Nasution.

Dalam penyelidikan polisi telah mendapatkan informasi dari warga Desa Bukit Batu yang memberikan informasi bahwa kejadian pada hari Sabtu, 09 April 2021, sekitar pukul 15.30 WIB, tepatnya di jalan Tjilik Riwut Km 85 Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu.

Saat itu, mobil bok yang dikemudikan Reza dalam perjalanan dari Palangka Raya menuju Sampit, pada saat sampai di Jembatan Pundu terdapat 3 pengendara sepeda motor yang mengambil jalan terlalu ke tengah, kemudian membunyikan klakson untuk mendahului.

BACA JUGA:   Klinik Islamic Center dan Posko Gugus Tugas Covid-19 Kotim Kembali Diaktifkan

“Saat mobil mendahului pengendara sepeda motor tersebut mengejar serta melempar sandal ke arah mobil bok tersebut, melihat mobilnya dilempar dengan sandal saudara Reza, tetap melanjutkan perjalanan menuju Sampit,” kata Kapolsek Cempaga Hulu, Iptu Taufik Hidayat, Senin 12 April 2021.

Akan tetapi pengendara sepeda motor tetap mengejar dan mendahului mobil bok, dan setelah sampai di posisi jalan lurus yaitu di Km 85 Desa Bukit Batu, salah satu pengendara sepeda motor menghadang mobil.

“Karena melihat dihadang Sopir mengurangi kecepatan mobilnya, selanjutnya pengendara sepeda motor melakukan pelemparan ke arah mobil dengan menggunakan batu, kayu dan sandal, melihat mobilnya dilempari sopir langsung melanjutkan perjalanan ke Sampit,” jelas Iptu Taufik.

BACA JUGA:   Awal April! Bupati Kotim Temui Menteri Perhubungan, Bahas Soal Sungai Mentaya

Aksi pelemparan yang dilakukan oleh pelaku yang masih berusia remaja tersebut, kini telah ditangani pihak Polsek Cempaga Hulu. Polisi juga telah menahan kedua orang remaja pelaku pelemparan yakni berinisial MT (16) dan MS (18), untuk dimintai keterangannya.

Dengan viralnya video yang menerangkan bahwa terjadi pemalakan, sopir bok Reza, menyatakan ketersediaannya akan melakukan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan pemalakan, akan tetapi hanya pelemparan.

“Berhubung sopir bok berada di Palangka Raya, maka pada Rabu 14 April nanti kita akan meminta keterangannya. Kita juga akan melakukan patroli rutin di lokasi yang dianggap rawan di wilayah hukum Cempaga Hulu,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).