Lemas Saat Berpuasa, Perhatikan Asupan Cairan Tubuh

Ilustrasi

Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Putri Sakti, mengatakan, lemas saat menjalani ibadah puasa disebabkan kondisi tubuh yang kekurangan cairan.

“Selain makanan jangan lupakan asupan cairan, karena kalau tubuh lemas bukan hanya kurang kalori atau karbohidrat, tetapi juga bisa jadi karena kekurangan cairan,” katanya.

Saat sahur dan berbuka puasa, pastikan tubuh mendapatkan asupan setidaknya 2 liter cairan atau air minum per hari.

Untuk memudahkan, ada waktu pembagian minum yang bisa dilakukan, yakni segelas saat bangun tidur (akan sahur), setelah makan sahur, menjelang imsak, saat berbuka, setelah makan berat, setelah shalat tarawih dan sebelum tidur.

Anda juga bisa mensiasati asupan cairan tubuh dengan makanan berkuah atau buah yang banyak mengandung air seperti semangka.

BACA JUGA:   Perawat Harus Bersikap Ramah ke Pasien

“Lemas bisa diatasi dengan asupan cairan cukup dan karbohidrat tepat, karbohidrat pilih yang kompleks,” imbuhnya.

Selain lemas, konstipasi atau sembelit juga menjadi masalah yang kerap muncul selama Ramadan terutama di pekan pertama. Untuk menghidarinya pastikan asupan cairan, serat dan olahraga cukup.

Jika merasa pusing, Putri menyarankan segera perbaiki waktu tidur, serta asupan serat yang cukup, baik dari sayuran dan buah.

Tidur berkualitas adalah 7-8 jam per hari. Saat Ramadhan, cobalah tidur satu jam lebih awal agar tidak terlewat waktu sahur.

BACA JUGA:   Atap Rumah Sakit Bocor, Anggota Dewan Angkat Suara

Untuk memudahkan tidur, sebaiknya jangan berolahraga mendekati waktu tidur dan ciptakan suasana nyaman misalnya gelap, tenang dan sejuk sebelum tidur.
Anda juga bisa menyempatkan tidur satu jam setelah salat subuh dan tidur siang satu jam. Tapi Ingat jangan tidur dalam kondisi kekenyangan terutama usai sahur.

Selanjutnya, untuk mereka yang sering mengalami nyeri ulu hati berhubungan dengan asam lambung, sebaiknya hindari makanan mengandung gas saat sahur seperti kubis, kembang kol, brokoli, makanan terlalu asam, pedas, terlalu tinggi serat seperti apel dan kafein saat sahur.

Terakhir, makanlah secara bertahap saat berbuka puasa untuk memberikan waktu pada sistem pencernaan. (BS-65/beritasanpit.co.id)