Kiat Bangunkan Anak Saat Sahur

Ilustrasi/Pexels

JAKARTA – Aktivitas selama Ramadan mungkin menantang bagi kebanyakan orangtua, karena buah hati mereka harus bangun jauh lebih pagi dari biasanya.

Kiat agar anak tidak sulit saat dibangunkan saat sahur diungkapkan Psikolog keluarga, Ayoe Soetomo.

Menurut Ayoe Soetomo, orangtua sebaiknya memberi tahu soal seputar sahur dan Ramadan sejak jauh-jauh hari agar anak sudah mempersiapkan diri dan tahu dirinya harus bangun lebih pagi agar kuat berpuasa.

“Sebaiknya ajak anak mengetahui puasa Ramadan dari jauh-jauh hari atau beberapa hari sebelum puasa agar anak tidak sulit bangun sahur,” kata Ayoe dalam webinar kesehatan, yang ditulis, Sabtu 17 April 2021.

Hal yang bisa dicoba adalah dengan mulai bercerita tentang kisah-kisah agama saat mejelang tidur, misalnya cerita tentang para nabi.

Berbincanglah dengan buah hati, bahwa sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan puasa Ramadan yang melibatkan aktivitas sahur.

BACA JUGA:   Tandai Usia 48 Tahun, God Bless Aransemen Ulang Mulai Hari Ini

Jelaskan juga apa kegunaan sahur dan jam berapa harus bangun selama bulan puasa, agar anak lebih tertarik dan bersemangat untuk belajar beribadah selama Ramadan. Libatkan juga anak dalam diskusi soal menu makan sahur.

“Biar tidak sulit, dari malam sudah ajak ngobrol, besok kita sahur ya jadi harus bangun pagi. Atau ajak bantu siapkan menu masakan, lalu tanya mau menu apa,” terangnya.

Jika anak sudah siap dan bersemangat untuk puasa, aturlah jam tidur agar anak lebih mudah dibangunkan pada dini hari.

Ayoe Soetomo menyarankan, agar orangtua mulai mengenalkan puasa pada anak sejak usia empat tahun.
Cara mengenalkannya bukan dengan mengharuskan dia berpuasa secara penuh, tapi mengetahui rutinitas puasa seperti sahur pada pagi hari, serta kewajiban untuk menahan haus dan lapar hingga waktunya berbuka puasa.

Secara perlahan, seiring bertambahnya usia, ajak anak untuk belajar berpuasa mulai dari setengah hari hingga akhirnya bisa berpuasa hingga sehari penuh.

BACA JUGA:   Pedoman Pembentukan Serta Kelengkapan Administrasi BUMDES

“Sesuaikan sama usia saja, jangan paksa anak yang masih terlalu kecil. Kalau dirasa kuat, tidak apa-apa dilanjutkan untuk berpuasa.” Imbuhnya.

Ketika anak sedang belajar puasa, ada kalanya dia akan merasa tergoda untuk berbuka sebelum waktunya.

Untuk anak yang fisiknya sudah kuat untuk belajar puasa, anak bisa membuat mereka lupa dengan rasa lapar dan haus lewat aktivitas-aktivitas menarik dan menyenangkan seperti bermain.

Satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, orangtua adalah mengasosiasikan puasa dan bulan Ramadan sebagai kegiatan yang menyenangkan, karena ada aktivitas seperti shalat tarawih berjamaah di rumah atau buka puasa bersama di rumah bersama orangtua.

Dengan demikian, puasa tidak menjadi beban berat bagi anak dan mereka bisa menjalaninya dengan riang gembira. (BS-65/beritasampit.co.id)