Harga Tidak Stabil, DPRD Kotim Sebut Banyak Warga Terpaksa Jual Kebun Kelapa

IM/BERITASAMPIT - H Rudianur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Pasang surutnya harga jual kelapa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat sejumlah petani di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mau tidak mau banyak yang menjual kebun kelapa miliknya karena dianggap tidak menjanjikan lagi hasil juah buahnya.

Atas masalah tersebut Wakil Ketua (Waket) DPRD Kotim, H. Rudianur menjelaskan bahwa pemerintah setempat semestinya bisa memberdayakan petani kelapa yang kini dalam kondisi kritis lantaran harga jual buah kelapa tidak menentu harganya.

BACA JUGA:   Seekor Beruang Lapar Masuk Ke Kawasan Pemukiman Warga Sampit

“Harga jual buah kelapa tidak menentu, akibatnya tidak sedikit warga mulai menjual kebunnya dan dianggap tidak lagi menjanjikan,” kata Rudianur, Senin 19 April 2021.

Petani kelapa yang berada di wilayah Selatan disampaikan Rudianur, mereka berharap pemerintah bisa membangunkan Pabrik Kopra. Sehingga nantinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menaikan harga di tingkat petani.

BACA JUGA:   Bupati Kotim Berharap Dukungan Infrastruktur

“Saya kira pemerintah harus berani mengambil kebijakan, karena ini menyangkut kelangsungan hidup masyarakat yang banyak,” sampai Rudianur.

Produksi kelapa kala dulu menjadi primadona bagi para petani dan pembeli. Namun seiring dengan masuknya kelapa sawit secara perlahan Kopra mulai ditinggalkan. Luasan perkebunan kelapa di daerah Selatan mencapai 700 hektare lebih dan pada umumnya di kelola oleh perorangan.

(im/beritasampit.co.id).