PT Dharma Lautan Utama Kembali Layani Angkutan di Pelabuhan Sampit

Kapal (JUN/BERITA SAMPIT) : Armada angkutan laut dan penyeberangan jenis roll on-roll off (Ro-Ro) milik PT Dharma Lautan Utama, KM Kirana I dan KM Kirana III, saat bersandar di Pelabuhan Sampit, beberapa waktu lalu.

SAMPIT – PT Dharma Lautan Utama (DLU), kembali mengoperasikan kapal mereka untuk melayani angkutan kendaraan dan penumpang dari dan menuju Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah sekitar sepekan terhenti.

Sebelumnya,perusahaan pelayaran nasional yang menyediakan jasa angkutan laut dan penyeberangan ini sempat menghentikan dua kapal jenis roll on-roll off (Ro-Ro) milik mereka, karena imbas kebijakan larangan truk dan kendaraan berat masuk kota yang diberlakukan sejak 13 April lalu. Penyebabnya karena banyak ekspedisi yang beralih ke Pelabuhan Kuma,i Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) karena ada pembatasan muatan ketika hendak masuk ke Pelabuhan Sampit.

“Kami sangat berterima kasih. Kebijakan baru yang dikeluarkan Pak Bupati ini tentu menggembirakan bagi kami dan pelaku usaha pelanggan kami. Kami berharap semua kembali berjalan lancar sehingga distribusi logistik juga lancar,” kata Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit Hendrik Sugiharto, Rabu 21 April 2021.

Setelah diadakan pertemuan melibatkan Dinas Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, serta mendengar masuk dari pelaku usaha, Bupati Kotim Halikinnor memutuskan memberi toleransi kepada angkutan yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Sampit agar distribusi logistik tidak terganggu.

BACA JUGA:   Dua Kecamatan di Kotim Terima Alat Berat

Menyikapi perkembangan positif itu, PT Dharma Lautan Utama memutuskan kembali mengoperasikan kapal mereka yakni KM Kirana III tujuan Surabaya dan KM Kirana I tujuan Semarang untuk melayani angkutan barang dan kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sampit maupun sebaliknya.

Hendrik menyebutkan, untuk KM Kirana III tujuan Surabaya terdapat lima call atau keberangkatan sampai menjelang Lebaran Idul Fitri nanti yakni tanggal 24 dan 28 April, serta tanggal 2, 6 dan 10 Mei.

NamunĀ untuk penumpang hanya dilayani hingga 2 Mei 2021, karena pemerintah memberlakukan larangan mudik lebaran mulai 6 Mei 2021 sehingga hanya melayani angkutan kendaraan.

Sementara itu untuk keberangkatan KM Kirana I tujuan Semarang, Hendrik mengaku masih menunggu jadwal yang rilis kantor pusat dan segera menyampaikan kepada masyarakat yang memerlukan jasa kapal mereka.

Selain mengangkut kendaraan, KM Kirana I dan KM Kirana III juga melayani angkutan penumpang. Penjualan tiket sudah dibuka di kantor PT DLU maupun secara online.

BACA JUGA:   Diduga Usai Meneguk Miras, Seorang Pria Tewas di Taman Kota Sampit

Sementara untuk kapasitas penumpang, KM Kirana III tujuan Surabaya mampu mengangkut 630 penumpang, sedangkan KM Kirana I tujuan Semarang mampu mengangkut 597 penumpang.

Hendrik menambahkan, manajemen perusahaannya memberlakukan tuslah atau kenaikan tarif secara bertahap, khususnya untuk tujuan Surabaya yang jadwal keberangkatannya sudah diumumkan.

Selama ini tarif dasar tiket penumpang tujuan Surabaya Rp250 ribu per penumpang. Terhitung pada 20-27 April, tarif menjadi Rp295 ribu atau naik 20 persen dan tanggal 28 April sampai 6 Mei tarif menjadi Rp320 ribu atau naik sekitar 31 persen. Tarif tersebut belum termasuk administrasi di pelabuhan sebesar Rp8.500 per penumpang.

“Saat dua kali pembatalan jadwal keberangkatan terakhir, penumpang yang meminta ‘refund’ (pengembalian dana tiket), tetapi ada 300 yang masih bertahan. Tapi dua call yang batal itu sudah ‘refund’ sekitar 120 orang. Mudah-mudahan dengan dibukanya kembali aktivitas kepelabuhanan ini kembali lancar,” kata Hendrik, dikutip Antara.

(BS-65/beritasampit.co.id)