Warga Keracunan Usai Buka Puasa, Dinas Kesehatan Ambil Sempel Makanan

Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, mengunjungi para pasien keracunan yang masih dirawat di Puskesmas Lamunti, Kecamatan Mantangai, Kamis 22 April 2021.//Ist.

KUALA KAPUAS – Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Provinsi  Kalimantan Tengah (Kalteng),  melakukan pengecekan sekaligus mengambil sampel makanan yang dikonsumsi warga keracunan usai berbuka puasa bersama di Mushola Miftahul Jannah Desa Lamunti Kecamatan Mantangai, Rabu 21 April 2021.

“Juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta mengambil sampel makanan untuk mengirim ke laboratorium rujukan guna menindak lanjuti peristiwa keracunan tersebut,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr Tri Setya Utami, Jumat 23 April 2021.

Dilansir dari Antara, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Kesehatan setempat, juga sudah melaksanakan langkah-langkah seperti membantu menyerahkan obat-obatan dan membantu pelayanan kesehatan.

BACA JUGA:   Kaum Milenial Rambah Dunia Advokat, Begini Pesan Ketua PPKHI

“Selain dari Dinas Kesehatan, bantuan juga datang dari Dinas Sosial setempat, yang meminjamkan 10 tempat tidur lipat untuk antisipasi jika ada tambahan pasien yang datang,” bebernya.

Dijelaskan, bahwa berdasarkan kunjungan tim Dinkes setempat ke lokasi tersebut, diketahui awalnya dari makanan untuk buka puasa di Desa Lamunti yang seperti biasanya disediakan makanan dengan secara digilir diantara oleh masing-masing warga. Dimana selama ini aman, namun saat tanggal 20 April kemarin ada timbul keracunan.

“Kira-kira sekitar pukul 22.00 WIB setelah makan makanan buka puasa, mulai ada warga yang bergejala seperti mual, muntah, nyeri perut, diare dan pusing. Sehingga warga yang sakit segera dibawa ke Puskesmas Lamunti untuk dirawat,” ucapnya.

BACA JUGA:   Terkait Perjalanan Orang Dimasa Pandemi, Ini Isi Surat Gubernur Kalteng Untuk Wali Kota dan Bupati

Dari 30 warga yang menghadiri acara buka puasa bersama, ada kurang lebih 15 warga sekitar diduga keracunan makanan. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 13 warga dibawa ke Puskesmas Lamunti untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan 2 orang dirawat di rumah.

“Untuk kondisi saat ini, beberapa pasien sudah mulai membaik dan berangsur-angsur sudah bisa pulang dari Puskesmas Lamunti,” katanya.

(BS-65/beritasampit.co.id)