Pemprov Kalteng Cek Lahan Kekeringan di Areal Food Estate

Dokumentasi - Petani memanen padi menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) saat panen raya di areal persawahan lumbung pangan nasional 'Food Estate' di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Sabtu 12 September 2020 lalu.//IST_Antara Foto/Makna Zaezar/pras.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng), menurunkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti informasi lahan pertanian di kawasan food estate di wilayah Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau yang mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Sunarti, mengatakan, pihaknya menyediakan alat untuk pembasahan lahan berupa pompa air untuk mendukung kegiatan pertanian di kawasan food estate.

“Terkait dengan itu, kami sudah mengerahkan tim untuk turun ke lapangan,” katanya, Kamis 29 April 2021.

Ada sebanyak 50 unit pompa air di wilayah Belanti Siam yang merupakan bantuan dari pemerintah provinsi. Sedangkan tim yang turun, juga sudah membawa sebanyak 12 unit pompa air.

BACA JUGA:   Ivo : Perempuan Kalteng Miliki Potensi Besar Mengisi Pembangunan

“Jadi insya Allah hal itu segera tertangani. Karena kondisi disana tergantung pasang surut air yang ada di sungai,” kata dia. Dilansir dari Antara.

Pihaknya berharap pemeliharaan saluran irigasi juga rutin dilaksanakan, karena memengaruhi ketersediaan air yang ada di wilayah setempat.

Sementara itu berdasarkan hasil pengecekan tim ke lapangan terkait kekeringan yang terjadi di Belanti Siam, disampaikan bahwa jaringan sekunder tidak lancar, serta lahan yang retak kepunyaan petani luar, yakni jaringan pipa ditutup dan lupa dibuka, sehingga air pasang tidak bisa masuk.

BACA JUGA:   KPU Kotim Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan Periode April 2021

Kemudian sebagian lahan yang siap tanam sengaja dikeringkan agar mudah dalam proses pertanaman, pompanisasi siap dan siaga di lokasi maupun masing-masing poktan sudah tersedia. Pulang Pisau dan sekitarnya juga hujan deras dan ketersediaan air cukup.

“Tanaman di lokasi untuk musim tanam April-September bervariasi, ada yang tanam umur 20-30 hari setelah tanam,” jelas Sunarti.

(BS-65/beritasampit.co.id)