Fahrizal Fitri : Lahan Food Estate di Kecamatan Dadahup Memiliki Tantangan

IST/BERITA SAMPIT - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri saat menghadiri Rapat Koordinasi bersama Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian dilakukan secara virtual melalui video conference, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat 30 April 2021.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian. Rakor tersebut dilakukan secara virtual melalui video conference, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat 30 April 2021.

Rapat kali ini digelar dalam rangka persiapan Gerakan Tanam Padi di kawasan Food Estate Kalteng. Selain itu Rakor tersebut, dipimpin secara langsung oleh Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian Momon Rusmono.

Dalam kesempatan itu Momon Rusmono menyampaikan, terkait laporan progres realisasi tanam dan realisasi panen Food Estate Kalteng Tahun 2020 per 27 April 2021. Kabupaten Pulang Pisau, mulai dari Kecamatan Maliku, Pandih Batu, Kahayan Hilir, Sebanggau Kuala dan Kahayan Kuala dengan target keseluruhan 10.000 Ha.

Untuk realisasi tanam sudah 100 persen, realisasi panen dari target 9.542 dan sudah terealisasi sekitar 95,415 persen. Untuk produktivitasnya yakni 3,17 Ton per hektar dengan produksi sebanyak 30.249 Ton.

Sementara itu, Kabupaten Kapuas, mulai dari Kecamatan Kapuas Kuala, Tamban Catur, Kapuas Timur, Selat, Bataguh, Basarang, Pulau Petak, Kapuas murung, Dadahup, Kapuas Barat dan Mantangai dengan target keseluruhan 20.000 Ha, untuk realisasi tanam dengan target 19.085 Ha sudah terealisasi sekitar 95,425 persen, realisasi panen dari target 9.533 dan sudah terealisasi sekitar 47,6645 persen. Untuk produktivitasnya yakni 3,06 Ton per hektar dengan produksi sebanyak 31.746 Ton.

Berdasarkan progres realisasi tanam dan realisasi panen food estate Kalteng Tahun 2020 per 27 April 2021 di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, total keseluruhan 30.000 ha, untuk realisasi tanam dengan target 29.085 Ha sudah terealisasi sekitar 96,95 persen, realisasi panen dari target 19.074 dan sudah terealisasi sekitar 63,58133 persen. Untuk produktivitasnya yakni 3,11 Ton per hektar dengan produksi sebanyak 61.995 Ton.

BACA JUGA:   Polda Kalteng Sediakan Ambulans Siaga Karhutla, Mampu Deteksi Covid-19 Dengan Cepat

Dari keseluruhan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, realisasi tanam sudah 100 persen terlaksana. Namun, untuk lahan yang berada di Desa Bentuk Jaya (Blok A5), dari 1.000 Ha baru terealisasi tanam 85 Ha.

Selain itu Kepala Bagian Perencanaan Wilayah, Biro Perencanaan, Kementerian Pertanian, Hermanto menjelaskan permasalahan di Kecamatan Dadahup (A5). Hermanto mengatakan, kondisi infrastruktur irigasi yang belum sepenuhnya baik sehingga berpengaruh terhadap kondisi lahan yang akan dilakukan pertanaman. Kedua, air mulai mengering pada saluran tersier dan kuarter karena pintu air sempat lama tidak tertutup di Blok A5 Selatan perbatasan dengan Blok A4. Saat ini sudah ditutup.

Ketiga, jembatan disaluran kuarter terputus karena pada lokasi tersebut pembangunan jaringan irigasi belum selesai. Keempat, ketersediaan tenaga kerja dan waktu yang terbatas sehingga disarankan menggunakan cara tanam tabela.

Kelima, lahan yang sudah diolah kembali tumbuh rumput yang sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pengolahan lahan kembali. Terakhir, perlu segera dilakukan tanam, karena lahan akan segera mengering.

Dari permasalahan diatas, tindak lanjut dari permasalahan di Kecamatan Dadahup (A5). Pertama, mapping spasial lahan seluas 1.000 Ha dan identifikasi permasalahan air di Blok A5. Kedua, perubahan lokasi yang belum terolah seluas 242 Ha di Blok A5 ke lokasi Blok A1 seluas 142 Ha dan Blok A2 seluas 100 Ha sehingga percepatan tanam padi yang akan dilaksanakan di Blok A5 menjadi 673 Ha.

Ketiga, melaksanakan pengolahan lahan dan tanam secara bertahap dan disesuaikan dengan waktu panen yang masih berlangsung. Keempat, menyiapkan benih dan pupuk serta alat tanam (drum seeder dan drone).

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Kelima, melaksanakan gerakan tanam pada hari selasa 4 Mei 2021. Terakhir, melakukan pendampingan/detasering secara intensif dengan menyiapkan rencana teknis secara komprehensif.

Kembali disampaikan oleh Momon Rusmono terkait progres terkini pertanaman di Kecamatan Dadahup per 30 April 2021. Target penyelesaian tanam yakni 2.000 Ha, dengan realisasi tanam sudah 1.095 Ha dan realisasi panen sekitar 586,50 Ha. Saat ini sedang diintensifkan upaya percepatan tanam di Desa Bentuk Jaya (A5) Kecamatan Dadahup.

Dalam kesempatan itu Fahrizal Fitri menyampaikan, kinerja Kementerian Pertanian dan Balai sudah sangat luar biasa mensukseskan Food Estate di Kalteng.

“Pekerjaan kita sudah 96 persen, tapi karena Dadahupnya merah, jadi seolah-olah pekerjaan kita merah semua. Tidak memandang capaian kinerja kita yang sudah 96 persen. Saya melihat kinerja dari teman-teman di Kementerian Pertanian dan juga dari Balai sudah sangat luar biasa,” ucapnya

Fahrizal Fitri mengatakan, lahan food estate di Kecamatan Dadahup memiliki tantangan tersendiri.

“Dadahup ini menjadi tantangan begitu besar ditambah lagi dengan kondisi alam saat ini. Tinggal sekarang disaat kondisi sudah memungkinkan kita harus kebut, kejar untuk penanaman,” pungkasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng Sunarti menambahkan, terkait dengan jaringan irigasi dan jembatan, Pemerintah Provinsi Kalteng sudah berkoordinasi dengan PUPR dalam hal ini PWS.

“Pada prinsipnya PWS siap, asal ditunjukan dimana-mana saja yang akan dibangun,” lugasnya.

Sunarti mengatakan, terkait dengan bibit, dimana bibit yang ditanam sudah tidak layak.

“Dari TPHP Provinsi kita memiliki untuk 150 Ha, kita ada 3,5 Ton bibit untuk mengganti bibit yang sudah tidak layak,” tandasnya.

(Hardi/Beritasampit.co.id)