Wujudkan Program Nol Jamban, 4 Titik IPAL Dibangun di Desa Siaga

IST/BERITA SAMPIT : Rusdiansyah di Lokasi Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang telah menjadi salah satu Taman Wisata Bantaran DAS Arut di Keluarahan Raja Sebrang.

PANGKALAN BUN – Mendukung upaya pemerintah Kotawaringin Barat mewujudkan program Nol Jamban dan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) di Desa Siaga Kelurahan Raja Sebrang, Kecamatan Arut Selatan dibangun 4 titik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Komunal).

Dimana sistem kerjanya sama dengan jaringan satu lubang pipa induk milik PERUMDAM ‘Tirta Arut’ DAM, kemudian digunakan secara bersama – sama, nantinya limbah hajat orang banyak yang dibuang dan ditampung di IPAL induk, maka akan mewujudkan program Nol Jamban dan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Hal tersebut diungkapkan Ketua Desa Siaga Kelurahan Raja Sebrang Rusdiansyah, menurutnya hal ini dilakukan sebagai upaya percepatan program nol jamban serta program STBM. IPAL Komunal dibangun di atas tanah hibah masyarakat yang berada di RT 01, RT 03, dan RT 04 serta RT 6. IPAL itu dinilai mampu menampung limbah hajat dari ratusan Kepala Keluarga (KK).

BACA JUGA:   Ini Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS di Kobar

“IPAL tersebut menggunakan sistem kerja dengan pipa induk dan pipa-pipa yang terhubung di masing-masing rumah tangga dengan radius terbatas, artinya satu lubang dari pipa induk digunakan bersama – sama, nanti limbah hajat yang dibuang ditampung di IPAL induk,” kata Rusdiansyah, Sabtu, 1 Mei 2021.

Ditambahkannya, bahwa dari tiga Ipal yang ada di Raja Seberang yaitu di RT 1 mampu membuat jaringan saluran pembuangan limbah (tinja) ke rumah penduduk sebanyak 30 Kepala Keluarga, RT 03 sebanyak 31 KK, RT 04 sebanyak 31 KK dan RT 06 sebanyak 31 KK.

Sementara itu, Lurah Raja Seberang Guntur Setyawan mengatakan, IPAL Komunal tersebut dibangun oleh pemerintah daerah melalui Dinas PUPR, merupakan salah satu program prioritas yang menjadi bagian dari program Nol jamban.

“Alhamdullilah program yang mengarah pada nol jamban telah menjadi prioritas dan manfaatnya bagi warga masyarakat cukup tinggi, yakni lingkungan semakin sehat. Sehingga Pemkab Kobar terus berupaya agar daerah bantaran sungai berstatus Open Defacation Free (ODF) atau bebas buang air besar tidak sembarangan lagi,” ujar Guntur.

BACA JUGA:   Kasus COVID-19, Bupati Kobar Usul PCR Diganti Tes Antigen Sebagai Syarat Naik Pesawat

IPAL Komunal yang dibangun di empat RT tersebut, dibagian atasnya dimanfaatkan sebagai taman bermain bagi masyarakat sekitar. Beberapa kegiatan masyarakat bahkan kerap di lakukan di tempat tersebut, seperti senam Minggu dan dijadikan tempat bermain bagi anak-anak.

Terpisah kepala Dinas PUPR Kabupaten Kobar Juni Gultom, mengajak kepada semua pihak khususnya warga sekitar bantaran DAS Arut, untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunannya.

“Karena program Nol Jamban di Kabupaten Kobar akan terus berlanjut, sehingga Kabupaten Kobar menjadi salah satu Kota Kabupaten paling SEHAT se Kalimantan Tengah,” harapnya.

(man/beritasampit.co.id).