Disdik Palangka Raya : 600 Guru Sudah di Vaksin

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Akhmad Fauliansyah.//IST_Antara/Rendhik Andika.

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Akhmad Fauliansyah mengatakan 600 guru di kota ini telah divaksin Covid-19.

Menurut Akhmad Fauliansyah, para guru itu terdiri dari tenaga pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) dan tenaga pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memang menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

“Sebanyak 600-an guru kita yang ASN sudah divaksin sementara yang masuk daftar tunggu masih ada sekitar 1.600 lagi,” katanya Senin 3 Mei 2021.

Secara umum para guru di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini telah siap untuk mengikuti vaksin Covid-19.

“Kita jajaran dari dinas pendidikan termasuk para guru selalu siap. Kita tinggal menunggu jadwal vaksin yang menjadi ranah dinas kesehatan kota,” kata Akhmad Fauliansyah, dilansir dari Antara.

Dia menerangkan, pihaknya pun berharap sebelum tahun ajaran baru 2021/2022 seluruh tenaga pendidik telah dilakukan vaksinasi. Hal ini juga sesuai dengan yang telah disampaikan Menteri Pendidikan.

BACA JUGA:   Antisipasi Terjadi Karhutla, TNI-Polri Gencar Lakukan Edukasi Masyarakat

Terlebih lagi saat ini berdasar data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya tercatat 81 orang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh, sehingga akumulasi masyarakat sembuh dari virus corona itu mencapai 5.020 jiwa.

Meski demikian, sampai kemarin juga masih tercatat penambahan delapan kasus positif Covid-19, sehingga akumulasi warga yang positif terjangkit virus tersebut mencapai 5.697 orang.

BACA JUGA:   Menjelang Idul Fitri, Hotel Global Group Berbagi Untuk Anak Panti Asuhan

Selanjutnya, berdasarkan data Satgas Covid-19 Palangka Raya, di wilayah Kota Cantik ini, yang dinyatakan positif dan masih menjalani perawatan sebanyak 498 orang.

Dari seluruh kasus Covid-19 yang ada juga tercatat jumlah kematian pasien sebanyak 179 orang meninggal dunia. Sementara masyarakat yang berstatus suspek Covid-19 tercatat 1.214 orang.

Untuk itu dia pun berpesan kepada para guru dan orang tua menjadikan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai upaya meningkatkan semangat pendidikan dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Hardiknas harus menjadi penyemangat meningkatkan kualitas pendidikan agar melahirkan lulusan sekolah yang lebih baik di tengah pandemi COVID-19,” kata Akhmad.

(BS-65/beritasampit.co.id)