Ini Penyebab Terjadinya Deflasi di Palangka Raya dan Inflasi di Sampit Selama April 2021

IST/BERITA SAMPIT - Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro (kiri).

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Eko Marsoro kembali mengungkap terjadinya deflasi dan inflasi di dua kota yang berada berada di Provinsi Kalteng melalui rilis di Kantor BPS Kalteng, Senin 3 Mei 2021.

Selama bulan April 2021, di Palangka Raya terjadi deflasi sebesar 0,06 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 105,76 pada Maret 2021 menjadi 105,70 pada April 2021. Deflasi ini terjadi karena penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu 0,38 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,25 persen serta kelompok transportasi 0,17 persen.

Sementara, inflasi tahun kalender 0,54 persen terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu 2,09 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 1,20 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,13 persen. Inflasi tahun ke tahun yaitu 0,98 persen, terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yaitu 5,24 persen, kelompok kesehatan 2,53 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 2,05 persen.

BACA JUGA:   Siaga Idul Fitri 1442 H, PLN Palangka Raya Siapkan 445 Petugas

Berbeda dengan Palangka Raya, inflasi terjadi di Sampit yakni sebesar 0,44 persen selama April 2021 atau mengalami kenaikan indeks harga dari 105,62 pada Maret 2021 menjadi 106,09 pada April 2021. Terjadinya inflasi dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 22,08 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 0,79 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,25.

Inflasi tahun kalender 0,56 persen dipengaruhi secara umum oleh kenaikan indeks harga dari kelompok kesehatan 22,12 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 1,53 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,95 persen. Inflasi tahun ke tahun 1,95 persen melaju positif yang disebabkan oleh peningkatan indeks harga kelompok kesehatan yaitu 22,53 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,95 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,38 persen.

Indeks harga konsumen di level pedagang eceran di Provinsi Kalimantan Tengah, dikompilasi berdasarkan gabungan dua kota rujukan yakni Palangka Raya dan Sampit. Selama April 2021, terjadi inflasi sebesar 0,12 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 105,65 pada Maret 2021 menjadi 105,84 bulan April 2021.

BACA JUGA:   Food Estate Sebagai Desain Pertanian Modern Nasional Masa Depan

Inflasi ini dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan 7,83 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,26 persen, serta kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,26 persen.

Inflasi tahun kalender yaitu 0,54 persen disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan 8,19 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 1,59 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,85 persen.

Sementara inflasi tahun ke tahun yaitu 1,33 persen yang terjadi diakibatkan oleh peningkatan indeks harga di kelompok kesehatan 9,69 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,14 persen, serta kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran yaitu 1,65 persen. (HARDI/beritasampit.co.id).