Puluhan Warga Palangka Raya Dibekali Kemampuan Masuki Dunia Kerja

Hardi/BERITA SAMPIT - Kepala Disnaker Kota Palangka Raya Mesliani Tara bersama panitia dan perwakilan peserta foto bersama.

PALANGKA RAYA – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Palangka Raya, melakukan acara penutupan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi gelombang I di Aula Disnaker Kota Palangka Raya, Selasa 4 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu Kepala Disnaker Kota Palangka Raya Mesliani Tara menjelaskan terkait, penutupan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi gelombang I tahun 2021.

Pelatihan berbasis kompetensi gelombang I diselenggarakan sejak tanggal 16 Maret 2021 sampai dengan 04 Mei 2021 yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) kota Palangka Raya dimana untuk praktek pelatihan dilaksanakan di workshop masing masing kejuruan.

Tara menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan berbasis kompetensi ini sebanyak 80 orang, yang berasal dari masyarakat Kota Palangka Raya, yang telah mengikuti seleksi sebagai siswa pelatihan.

Adapun kegiatan pelatihan yang dilaksanakan terdiri dari, kejuruan teknik otomotif motor, kejuruan teknologi informasi dan komunikasi, kejuruan refrigeration, kejuruan teknik manufaktur, dan kejuruan bisnis manajemen.

BACA JUGA:   Diperketat, Ingin Masuk Ke Kalimantan Tengah Ini Syaratnya

Selain itu pada pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi gelombang I ini para siswa mendapatkan materi seperti, materi keahlian softskill dengan narasumber yaitu praktisi dalam pemerintahan, untuk materi keahlian dalam industri diberikan oleh praktisi industri atau usaha yang berkompeten.

Untuk materi teori, dan praktek kerja diberikan oleh instruktur BLK Kota Palangka Raya, yang mengampu kejuruan yang sedang dilaksanakan. Untuk uji kompetensi berstandar nasional, dilakukan oleh pihak lembaga sertifikasi profesi dimana bila siswa lulus akan dinyatakan berkompeten dan mendapatkan sertifikat kompetensi.

Selain itu terhadap para alumni pelatihan berbasis kompetensi gelombang I, akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Disnaker Kota Palangka Raya, melalui UPTD BLK Kota Palangka Raya untuk mengetahui sejauh mana para siswa mampu bekerja ataupun melakukan usaha secara mandiri pada masing – masing unit kerja yang didapatkan.

Sesuai dengan hasil dari sidang kelulusan yang dilakukan oleh panitia pelaksana kegiatan, beserta para instruktur bertempat di gedung BLK Kota Palangka Raya, memutuskan bahwa siswa pelatihan berbasis kompetensi gelombang I sebanyak 80 orang, dinyatakan sebagai berikut, yang berkompeten sebanyak 74 orang dan tidak berkompeten sebanyak enam orang.

BACA JUGA:   DLH Kalteng Ajak Milenial Bantu Pemerintah Cegah Karthula

Untuk yang dinyatakan berkompeten, akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari BLK Kota Palangka Raya, dan berhak mengikuti uji kompetensi dari lembaga sertifikasi profesi, dan bila lulus uji kompetensi, maka akan mendapatkan sertifikat dari lembaga sertifikasi profesi.

Sedangkan bagi yang tidak berkompeten tidak mendapatkan sertifikat, tetapi mendapatkan surat keterangan berkompeten hanya pada unit kompetensi yang dinyatakan lulus saja, dan yang bersangkutan tidak diikutkan dalam kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi profesi.

“Untuk enam orang yang tidak berkompeten itu, mereka tidak mengikuti kegiatan pelatihan berbasis kompetensi gelombang I, karena mereka sudah bekerja,” jelasnya.

(Hardi/Beritasampit.co.id)