Banjir Rendam Pemukiman dan Sawah di Kabupaten Gorontalo

Banjir melanda pemukiman dan sawah di Kabupaten Gorontalo, Rabu 5 Mei 2021;//IST_Antara/sumber-BPBD Kab. Gorontalo.

GORONTALO – Bencana banjir melanda areal pemukiman dan sawah di tujuh desa di Kabupaten Gorontalo, Rabu 5 Mei 2021, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Dilansir dari Antara, banjir itu disebabkan air sungai meluap hingga ke jalan raya dan rumah warga, sehingga menghambat akses kendaraan yang melintasi jalan di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Rusli Nusi di Gorontalo, mengatakan, banjir terjadi mulai pukul 15.00 Wita di Kecamatan Limboto yakni kelurahan Hunggaluwa, Bolihuangga, dan Tenilo, serta Kecamatan Limboto Barat di Desa Haya-haya, Padengo, Yosonegoro, dan Pone.

BACA JUGA:   Dua Korban Ledakan Petasan Meninggal Dunia

“Kondisi saat ini ada sekitar 1.300 jiwa yang terdampak banjir. Petugas BPBD hingga saat ini membantu warga untuk menyedot air dari rumah warga dengan alkon,” ujarnya, Rabu 5 Mei 2021.

Pihaknya juga melakukan evakuasi dan pendataan warga terdampak bencana tersebut.

Selain itu, ia mengungkapkan ada kerusakan di beberapa areal pertanian akibat banjir tersebut.

Sekitar 50 hektare sawah di Desa Hutabohu, Desa Padengo, dan Desa Haya-Haya Kecamatan Limboto Barat terendam.

BACA JUGA:   BMKG Imbau Pemda di Pesisir Selatan Jawa Waspadai Peningkatan Kegempaan

Sementara luas sawah yang terendam di Desa Tenilo Kecamatan Limboto seluas 162 hektare, dengan umur tanaman padi berkisar antara 14-30 hari.

“Di Bolihuangga ada 87 hektare sawah terendam dan Hunggaluwa 18 hektare,” tambahnya.

BMKG Gorontalo mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sebagian wilayah di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.

(BS-65/beritasampit.co.id)