Ini Data Penumpang Laut dan Udara di Kalteng

PALANGKA RAYA – Jumlah penumpang laut dan udara di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kenaikan jika dibandingkan pada bulan Februari 2021. Kenaikan tersebut yakni penumpang laut sebesar 19,55 persen dan penumpang udara sebesar 31,04 persen.

Data tersebut mengacu pada frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalteng yang naik 24,49 persen, dari 633 kunjungan pada ebruari 2021 menjadi 788 kunjungan pada aret 2021. Sementara itu jumlah penumpang angkutan laut naik 19,55 persen, dari 14.449 orang pada Februari 2021 menjadi 17.274 orang pada Maret 2021.

“Adapun lalu lintas barang menggunakan angkutan laut juga mengalami kenaikan sebesar 5,95 persen, dari 1,47 juta ton pada Februari 2021 lalu menjadi 1,56 juta ton pada Maret 2021,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Eko Marsoro baru-baru ini.

BACA JUGA:   Kanwil Kemenkumham Kalteng dan BNNP Tingkatkan Sinergi Tangani Narkoba

Sementara itu aktivitas penumpang angkutan laut terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai yakni sebesar 73,30 persen, dan untuk volume arus barang di Pelabuhan lainnya yakni di Sampit sebesar 52,46 persen.

Kemudian untuk jasa transportasi udara data menunjukan bahwa frekuensi penerbangan naik 34,92 persen, dari 776 penerbangan pada Februari 2021 lalu menjadi 1.047 penerbangan pada Maret 2021.

Sementara jika dilihat dari jumlah penumpang angkutan udara mengalami kenaikan sebesar 31,04 persen, dari 48.600 orang pada Februari 2021 lalu menjadi 63.684 orang pada Maret 2021.

Dari data lainnya menunjukan bahwa lalu lintas barang menggunakan angkutan udara naik sebesar 13,80 persen, dari 790 ton pada Februari 2021 lalu menjadi 899 ton pada Maret 2021.

“Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan penumpang dan barang di Kalimantan Tengah,” lanjut Eko.

BACA JUGA:   Dinas PUPR Kalteng Bangun Posko dan Kerahkan Personel di Daerah Terendam Banjir

Dimana selama bulan Maret 2021, dari 17.274 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 73,30 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 25,23 persen melalui Pelabuhan Sampit.

Begitu juga volume arus barang yang mencapai 1,56 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit sebesar 52,46 persen dan Pelabuhan Kumai sebesar 35,46 persen.

Untuk jalur udara konsentrasi penumpang masih didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya sebesar 60,39 persen, diikuti oleh Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat sebesar 27,90 persen dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur sebesar 10,93 persen.

Sementara itu, volume arus barang yang mencapai 899 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya sebesar 81,42 persen, Bandara Iskandar Kotawaringin Barat sebesar 11,79 persen, dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur sebesar 6,45 persen.

(apr/beritasampit.co.id)