Strategi Pemerintah lewat Program PEN Perbaiki Perekonomian

Dialog Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)-Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu, (6/5/2021).

JAKARTA– Laporan 31 April 2021 menunjukkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi Rp155,6 triliun atau sebesar 22,3% dari pagu Rp699,43 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu RI, Kunta Wibawa menyatakan PEN tersebut mampu memperbaiki ekonomi yang melemah akibat pandemi saat ini.

“Indikator-indikator makro ekonomi menunjukkan bahwa sudah ada pemulihan, kita menyadari bahwa stimulus yang kita gelontorkan itu memang mengenai sasaran,” ujar Wibawa dalam dialog yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)-Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu, (6/5/2021).

Pemerintah lanjut dia, tidak hanya menggelontorkan dana dukungan dari sisi permintaan masyarakat tapi juga membuka keran permintaan termasuk mendukung pembiayaan bagi UMKM.

Wibawa mengatakan dari sisi pembiayaan UMKM, pemerintah memberikan stimulus subsidi bunga kredit.

“Dengan begitu mereka bisa berusaha kembali, arus kasnya tidak terganggu, kita juga mendorong dari sisi permintaan supaya masyarakat belanja,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Terkait Aduan Soal TWK, Komnas HAM Beri Kesempatan Kedua bagi KPK Beri Penjelasan

Dengan target seperti itu menunjukkan stimulus program PEN sudah sesuai dan mencapai targetnya. Hal inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju ke 0% dari posisi minus.

Pemerintah berharap pada kuartal 2 2021 nanti, pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih baik.

“Memang, pekerjaan rumah kita nanti di kuartal 2, kita juga terus akan mendorong percepatan dari belanja dan belanja ini tidak hanya belanja PEN, tapi belanja dari Kementerian/Lembaga,” jelas Kunta Wibawa.

Pernyataan Kunta Wibawa ini didukung juga oleh Piter Abdullah, Research Director CORE Indonesia.

“Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, tahun ini pencapaian dalam hal penyerapan anggaran PEN jauh lebih baik. Memang Pemerintah sudah sejak awal pandemi, memang fokus sekali dengan realisasi-realisasi anggaran PEN,” ujar Piter.

BACA JUGA:   Komnas HAM : Penanganan Kasus KPK untuk Jamin HAM Disetiap Lembaga Negara

Piter juga mengatakan Pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi. Terlebih lagi bukan hanya stimulus dalam bentuk bantuan sosial, ada juga stimulus pelonggaran PPnBM, stimulus PPN.

“Itu adalah upaya meningkatkan demand, mendorong kelompok masyarakat kelas menengah atas untuk berbelanja. Masyarakat kelas menengah atas sudah kembali berbelanja. Selama ini mereka simpan di perbankan,” jelas Piter.

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 diperkiraan oleh Kunta Wibawa akan meningkat sekitar 4,5% – 5,3%. Peningkatan 7% diperkirakan akan terjadi pada kuartal 2 tahun 2021.

“Kita melihat indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pemulihan itu terjadi dan kita konsisten untuk terus mendukung pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi juga harus didukung terutama dari sisi pengendalian COVID-19. Masyarakat dihimbau untuk menjaga protokol kesehatan,” pungkas Kunta Wibawa.

(dis/beritasampit.co.id)