Pengembangan Wisata Desa Satiruk Terkendala Sarana dan Prasarana

PANTAI SATIRUK : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Pantai Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng, terlihat sangat indah. Namun perlu keseriusan untuk menjadikan objek itu benar-benar menjadi wisata desa.

SAMPIT – Cikal bakal wisata baru yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ada di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut. Namun hingga kini minim perhatian. Kendalanya, sarana dan prasarana yang belum memadai.

Pantauan Berita Sampit, Desa Satiruk terletak paling ujung wilayah hilir Kecamatan Pulau Hanaut. Ada dua jalur yang bisa dilalui untuk mencapai objek wisata desa itu yakni, transportasi air dan darat. Hanya saja, untuk jalur darat kondisi jalan rusak parah apabila pada saat musim penghujan.

Pemerintah desa telah berupaya melakukan perbaikan jalan rusak dengan cara swakelola bahkkan menggunakan dana desa sehingga, pengerjaan tidak tuntas karena keterbatasan anggaran, meskipun jalan tersebut sejak 2019 asetnya sudah diserahkan ke desa.

BACA JUGA:   Anggota BPD 2 Desa di Pulau Hanaut Dilantik, Ini Aturannya

Disamping itu, kendala lainnya bahwa akses jalan menuju permukiman penduduk Desa Satiruk ada yang masuk status kawasan. Hal ini juga menjadi kendala utama untuk pengembangan wisata desa tersebut.

“Kendala yang ada di Desa Satiruk tidak hanya mengenai sarana dan prasarana kurang memadai, disisi lainnya mengenai status kawasan,” kata Pelaksana tugas Camat Pulau Hanaut Sufiansyah disela-sela rapat membahas pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla di Balai Pertemuan Desa Satiruk, Kamis 20 Mei 2021.

BACA JUGA:   Desa Penyaguan Wacanakan Cetak Sawah 250 Hektare, Optimis Terealisasi 2022

Sementara itu, Kepala Desa Satiruk Asra mengungkapkan bahwa banyak kendala yang harus diatasi termasuk susahnya jaringan selular.

Persoalan itu juga menjadi momok bagi Pemerintah Desa Satiruk untuk berinteraksi baik kepada masyarakat, pemerintah kecamatan, dinas terkait maupun pemerintah daerah.

“Pada intinya, pemerintah desa dan masyarakat mendukung program pemda agar Satiruk dijadikan objek wisata baru setelah wisata ujung pandaran. Ya, kendala utamanya mengenai sarana dan prasarana akses jalan darat,” tandasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)