Legislator Minta Pemkab Mura Sosialisasikan Pentingnya Vaksinasi Bagi Lansia

LULUS/BERITA SAMPIT- Wakil Ketua II DPRD Mura, Rahmanto Muhidin

PURUK CAHU- Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui Dinas Kesehatan menargetkan sebanyak 10 ribu orang yang divaksinasi Covid-19, baik terdiri dari petugas pelayanan publik, guru dan lanjut usia (Lansia).

Namun, ada beberapa kendala untuk pelaksanaan vaksinasi Lansia. Salah satunya faktor ketakutan dan keraguan. Hal itu yang menjadi penyebab utama bagi para lansia untuk tidak mendatangi tempat-tempat vaksinasi kemungkinan karena banyak yang termakan oleh berita hoax.

Untuk mencapai target itu, Wakil Ketua II DPRD Murung Raya (Mura) Rahmanto Muhidin meminta Pemkab Mura harus memberikan sosialisasi secara masif dan terstruktur sebelum proses vaksinasi lansia tersebut dilaksanakan.

BACA JUGA:   Dewan Apresiasi Perhatian PBS Ke Warga Desa Binaan Lingkar Tambang

“Bagaimana kita meyakinkan lansia bahwa vaksin itu memang mereka butuhkan supaya terhindar dari gejala Covid-19,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Senin 31 Mei 2021

Menurut Rahmanto, Pemkab Mura dalam hal ini Dinas Kesehatan dapat menjelaskan kepada masyarakat dari sisi medis setelah menerima vaksin tersebut, bahwa penyuntikan obat antivirus corona itu tidak berpengaruh besar terhadap lansia.

“Di sini letak kemampuan pemerintah atau tenaga kesehatan untuk menjelaskan secara gamblang dan rasional kepada lansia, sehingga lansia itu mau untuk divaksinasi,” pinta Rahmanto lagi.

BACA JUGA:   Dewan Dorong Pemda Mura Membuat Strategi Penanggulangan Bencana Banjir

Ia menuturkan, para lansia yang menjadi target penerima vaksin itu harus benar-benar diperiksa secara baik apakah mereka menderita penyakit penyerta lainnya atau komplikasi seperti kronis yang tidak bisa divaksinasi dan lain sebagainya.

Apalagi, lanjut Rahmanto, seorang lansia itu sangat rentan terhadap imun tubuh, jangan kemudian setelah menerima vaksin timbul efek yang fatal pada mereka.

“Jangan kemudian setelah divaksinasi nanti ada efek samping yang sangat berlebihan dan tidak normatif, itu juga bahaya bagi lansia. Maka ini harus benar-benar diperhatikan,”pungkasnya.

(Lulus/beritasampit.co.id)