Dua Orang Pencuri Besi Jemuran Warga Terekam CCTV

ILHAM/ BERITA SAMPIT - Aksi kedua pelaku pencuri jemuran di Jalan Anggur 5 Sampit, yang terekam CCTV. Kamis 3 Juni 2021.

SAMPIT – Aksi pencurian satu buah jemuran besi di Jalan Anggur 5 Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terekam Closed Circuit Television (CCTV), Kamis 3 Juni 2021, sekira pukul 23.40 wib malam.

Dari rekaman CCTV, tampak jelas dua orang pelaku pencurian berada didepan rumah, salah satunya yang mengenakan pakaian kemeja putih bertindak mengambil jemuran, sedangkan satunya lagi duduk diatas motor sambil mengawasi situasi sekitar, hanya dalam itungan detik pelaku berhasil membawa jemuran terbuat dari besi tersebut.

Bustani (61) korban pencurian menerangkan saat kejadian dirinya terbangun dari tidur setelah mendengar ada motor yang berhenti didepan rumahnya. Namun Ia tidak menyadari bahwa jemuran besi yang ditaruh diteras rumah dibawa kedua pelaku.

BACA JUGA:   Anggota Denzibang 2/Palangka Raya Bagikan Masker di Jalan Pemuda Sampit

“Setelah motor itu jalan saya baru sadar, merasa ada yang janggal saya keluar melihat kedepan, ternyata jemuran besi satu ada yang hilang. Takut pencuri itu kembali lagi jadi jemuran yang lain saya masukan kedalam rumah,”jelasnya.

Kasus pencurian ini telah membuat resah bukan hanya dirinya namun warga sekitar. Dia berharap untuk menekan tindak kejahatan tersebut, dari kepolisian bisa meningkatkan patroli selain dijalan raya tapi juga masuk kedalam gang-gang.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Bantu Material untuk Penanganan Darurat Jalan Lingkar Selatan di Sampit

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam sepekan belakangan ini tindak pencurian di wilayah Kelurahan Mentawa Baru Hilir cukup marak.

Seperti dijalan Suprapto Selatan beberapa hari lalu, Didi (46) salah seorang warga yang menjadi korban pencurian dirugikan dengan kehilangan seekor burung peliharaannya yang harganya mencapai jutaan rupiah.

Semakin maraknya kasus pencurian tersebut, tentunya mulai membuat warga resah, dengan berharap patroli polisi ditingkatkan, dan pelaku cepat tertangkap.

(Cha/beritasampit.co.id)