Pemdes Rawa Sari Wacanakan Bangun Pos UKK Layanan Kesehatan Pekerja Informal

PELATIHAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Pihak Puskesmas Bapinang saat memberikan pelatihan kepada kader Pos UKK Sehat Sentosa di gedung Posyandu Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Pemerintah Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), wacananya akan membangun gedung Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK). Untuk sementara, Pos UKK pelayanan kesehatan untuk melindungi para pekerja itu gabung di Posyandu.

“Untuk sementara, Pos UKK dipusatkan di gedung Posyandu Desa Rawa Sari bergantian dengan Posyandu Balita dan Posbindu,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto, Rabu 9 Juni 2021.

Langkah ke depan, lanjutnya, pihaknya masih melihat kebutuhan dan apabila berkembang dengan baik kemungkinan besar akan dibangun Pos UKK secara terpisah.

BACA JUGA:   Bupati Kotim: Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Dilakukan

“Kami lihat dulu kondisi kemajuan dari kegiatan Pos UKK ini, jika memang kebutuhan gedung Pos UKK ini perlu dipisahkan nantinya, tentu akan kami perhatikan hal ini,” janji Sigit.

Kelompok Pos UKK Desa Rawa Sari sebelumnya sudah terbentuk sesuai dengan profesi masing-masing. Ada kelompok pekerja petani padi, pekebun bahkan pekerja taksi penyeberangan.

Bahkan, Selasa 8 Juni 2021, Pemdes Rawa Sari kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kotim melalui Puskesmas Bapinang Kecamatan Pulau Hanaut, sudah memberikan pelatihan para kader Pos UKK Sehat Sentosa. Untuk Kelompok Pos UKK lainnya menyusul.

BACA JUGA:   12 Camat Wajah Baru di Kotim, Berikut Daftarnya!

“Harapan kami, Pos UKK ini karena khusus untuk pos pelayanan kesehatan para pekerja informal dapat berjalan dan berkembang dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat Rawa Sari,” tandasnya.

Sekadar informasi, Pos UKK adalah bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. (ifin/beritasampit.co.id).