Perusahaan Sawit di Kotim Diminta Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Bupati Kotim, Halikinnor, (BERITA SAMPIT)

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) sedang gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Setelah tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik, saat ini optimalisasi vaksinasi menyasar lansia, pelaku ekonomi, dan guru.

Vaksinasi akan terus dilakukan secara masif di seluruh kabupaten ini. Sebab semakin banyak warga yang divaksinasi, maka semakin banyak pula orang yang memiliki imunitas bagus sehingga potensi penularan Covid-19 semakin kecil dan pandemi segera berakhir.

Untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19, Pemkab Kotim juga meminta dukungan perusahaan besar swasta, khususnya perkebunan kelapa sawit di daerah itu.

“Untuk perusahaan itu kan ada program vaksinasi gotong royong. Mungkin nanti kita bicarakan bagaimana kesanggupan pihak perusahaan. Kita ingin semua karyawan perusahaan itu juga divaksinasi,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu 9 Rabu 2021.

BACA JUGA:   Bupati Kotim Terus Perhatikan Kesejahteraan Guru PAUD

Peran perusahaan besar swasta, lanjut Halikinnor, dibutuhkan untuk mendukung suksesnya vaksinasi Covid-19. Perusahaan perkebunan kelapa sawit mendapat perhatian khusus karena mempunyai jumlah pekerja yang banyak.

Pemkab setempat akan berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim untuk membahas hal ini. Saat ini, ada 58 perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kotim yang menjadi anggota GPPI.

“Perusahaan perkebunan kan punya kemampuan secara finansial. Jadi harapan kita tidak menggunakan bantuan pemerintah, tetapi bagaimana nanti difasilitasi pemerintah. Ini yang akan kita bicarakan dengan perusahaan perkebunan,” kata Halikinnor. Dikutip dari Antara.

Saat ini, pemerintah daerah mengejar target vaksinasi untuk masyarakat umum, khususnya lansia, guru, tenaga kesehatan, dan petugas pelayanan publik, termasuk tukang ojek, becak, dan sopir, karena mereka juga bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka termasuk kelompok yang rentan tertular Covid-19.

BACA JUGA:   BKAD dan BUDPAR Bawa Maskot Berbentuk Burung Tingang, Raih Kemenangan Lewat Adu Penalti

Halikinnor menjelaskan, tidak ada yang bisa menjamin atau menentukan kapan pandemi Covid-19 berakhir. Bahkan, mungkin selamanya Covid-19 akan ada. Untuk itulah, vaksinasi penting untuk melindungi diri, keluarga, dan orang lain. Bagi yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, Covid-19 rentan memicu kematian.

Vaksinasi ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi. Semakin banyak warga yang memiliki imunitas tubuh yang bagus maka kegiatan ekonomi diharapkan semakin meningkat.

“Vaksin sudah melalui penelitian, tidak sembarangan. Jangan seolah-olah ini hanya kepentingan pemerintah. Ini untuk kepentingan kita sendiri dan orang lain agar tidak tertular Covid-19,” demikian Halikinnor.

(BS-65/beritsampit.co.id)