Gubernur Kalteng Optimis Target Vaksinasi Covid-19 Tercapai

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan pesan kepada masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal Covid-19 di Citimall Sampit, Kamis 10 Juni 2021.//Ist-Antara/Norjani;

SAMPIT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng), menargetkan minimal bisa menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada 16.000 orang setiap hari yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota. Hal itu disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto  Sabran, saat memantau pelasanaan vaksinasi massal di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis 10 Juni 2021.

Dilansir dari Antara, kedatangan Gubernur Kalteng juga didampingi Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, anggota DPR RI Agustiar Sabran dan pejabat lainnya.

Gubernur dan rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di atrium Citimall, markas Satlantas Polres Kotim dan SMKN 1 Sampit. Rombongan juga didampingi Bupati Halikinnor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat.

“Kami berharap capaian vaksinasi Covid-19 terhadap 16.000 orang setiap harinya di provinsi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Jika itu konsisten, kami optimis target vaksinasi hingga akhir Juli nanti minimal 30 sampai 40 persen bisa dicapai,” kata Gubernur Sugianto Sabran.

Dikatakan bahwa pemerintah provinsi memerlukan dukungan pemerintah kabupaten dan kota untuk memaksimalkan vaksinasi Covid-19. Kotawaringin Timur menjadi perhatian karena memiliki jumlah penduduk terbesar sehingga persentase vaksinasinya diharapkan juga lebih tinggi.

BACA JUGA:   8.700 Murid SD di Kotim Tunggu Hasil Kelulusan, Begini Mekanisme Pengumuman

Dia menilai capaian vaksinasi di Kotim saat ini cukup baik dan diharapkan terus ditingkatkan. Begitu pula kabupaten dan kota lainnya diminta terus meningkatkan vaksinasi dengan tujuan memutus mata rantai penularan Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Gubernur meminta kepada seluruh bupati dan wali kota untuk tidak ragu mengeluarkan anggaran untuk penanganan Covid-19. Namun tentunya semua harus tetap sesuai aturan dan dipertanggungjawabkan dengan baik.

Dia juga mengingatkan bupati dan wali kota tidak bepergian ke luar daerah agar mereka memastikan pelaksanaan vaksinasi di wilayah masing-masing berjalan baik dan optimal.

Sugianto juga menyampaikan terima kasihnya kepada TNI dan Polri yang terus mendukung program vaksinasi. Secara khusus dia juga berterima kasih sekaligus berharap kepada tenaga kesehatan untuk tidak jenuh menjadi tumpuan dan garda terdepan melindungi masyarakat.

“Kita bukannya berlomba masuk delapan besar, tetapi kalau bisa kita bisa maksimal dalam vaksinasi ini. Kegiatan ini untuk menyelamatkan masyarakat kita dengan memutus mata rantai penularan Covid-19 melalui vaksinasi,” harap Sugianto.

Hal serupa disampaikan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo. Dia mengajak semua pihak dan masyarakat untuk mendukung kesuksesan program vaksinasi Covid-19 agar pandemi ini bisa diatasi.

BACA JUGA:   Palangka Raya, Kobar, dan Kotim Miliki Kredit Perbankan Tertinggi di Kalteng

“Seperti target yang disampaikan pak gubernur tadi, yaitu minimal 16.000 orang per hari, itu harus kita dukung. Kita semua harus bergerak bersama agar program ini bisa maksimal. Ingat, ini demi menyelamatkan masyarakat,” kata Dedi.

Dedi juga mengajak masyarakat untuk menyadari, bahwa vaksinasi sangat penting untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19. Protokol kesehatan juga tetap harus dijalankan oleh siapapun, termasuk mereka yang sudah divaksin.

“Kita jangan sampai lengah. Jangan sampai kasus Covid-19 kembali meningkat. Kami mengajak masyarakat juga turut membantu kita bersama menangani pandemi Covid-19 ini,” kata Dedi.

Sementara itu Rahma, salah seorang warga menyampaikan terima kasihnya karena bisa mendapat kesempatan divaksinasi. Dia berharap vaksinasi massal terus dilakukan sehingga masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi.

“Kalau ada vaksinasi massal di banyak tempat seperti ini kan masyarakat bisa lebih mudah karena tidak harus antre di puskesmas. Saya ikut vaksinasi sebagai ikhtiar agar tidak tertular Covid-19,” ujar Rahma.

(BS-65/beritasampit.co.id)