Klinik Bisnis Ajarkan Skill Buat Konten ke Pelaku UMKM

VIRTUAL : IST/BERITA SAMPIT - Para peserta antusias mengikuti Kelas virtual Klinik Bisnis.

PALANGKA RAYA – Dalam menjalankan sebuah usaha, kemampuan skill dalam desain grafis atau pembuatan sebuah konten, menjadi penting untuk saat ini.

Terlebih lagi perkembangan e-commerce yang semakin pesat berpengaruh pada kebutuhan visualisasi produk yang menarik untuk ditampilkan kepada konsumen.

Sayangnya skill dalam desain grafis atau pembuatan sebuah konten, tidak sejalan dengan keahlian yang dimiliki oleh para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pelaku usaha cenderung kesulitan dalam membuat konten produk jualannya. Oleh sebab itu, situasi inilah yang membuat platform Klinik Bisnis menyelenggarakan pelatihan konten secara virtual melalui zoom,” kata Humas Klinik Bisnis Hilyatul Asfia, Kamis 10 Juni 2021.

BACA JUGA:   Denzibang Palangka Raya Ajak Warga Kerja Bakti

Hal senada juga disampaikan oleh CEO Klinik Bisnis Monica Putri Rasyid, bahwa pelatihan pembuatan konten produk kali ini terbilang spesial.

Hadirnya narasumber yang merupakan praktisi desain dengan sejuta pengalaman, yaitu Trismawan yang sudah menjadi desainer konten dari Tahun 2015.

Rekam jejak Trismawan yaitu dirinya merupakan pembuat konten dibalik Panji Muda, selain itu konten-konten dari para legislator DPD dan DPR RI wilayah Kalteng.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Trismawan juga menerangkan cara membuat konten promosi yang efektif, dan memiliki daya jual.

BACA JUGA:   Pengadaan Barang dan Jasa di Pemrov Kalteng Lewat SPSE

“Dalam membuat konten, kita perlu kenali dengan benar siapa target viewers (pemirsa) kita, buat konten dengan kombinasi jenis, dan tujuannya, serta konten yang bertujuan untuk membangun brand image (pencitraan merek),” jelasnya.

Selain itu Trismawan menjelaskan sehebat apapun software yang dimiliki, apabila jiwa seni dan kreatif kita kurang maka hasilnya akan kurang.

“Tapi perlu dicatat, jiwa seni itu bukan bakat, jiwa seni itu bisa dilatih, jadi jiwa seni itu bisa ditumbuhkan dari kebiasaan, kemudian dari kemauan kita dan kerja keras,” tandasnya.

(Hardi/Beritasampit.co.id)