Ternyata Ini Penyebab Hewan Liar Mulai Bermunculan ke Pemukiman Warga?

IST/BERITA SAMPIT - Seekor beruang terekam CCTV, saat memasuki areal pemukiman warga untuk mencari makan di Jalan Set Aji Lingkar Utara Sampit, beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Munculnya hewan liar yang mulai memasuki areal pemukiman penduduk, menandakan bahwa keberadaan mereka juga terancam karena habitatnya rusak akibat ulah manusia.

Hutan yang menjadi tempat mereka berlindung, berkembang biak serta mencari makan kini sudah banyak yang rusak, bahkan sebagian besar sudah beralih fungsi diakibatkan perambahan maupun pembukaan kawasan perkebunan serta pemukiman penduduk.

Seperti di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Kota Besi, yang masuk wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Untuk seputaran Kecamatan di Sampit habitat satwa liar memang rusak. Tempat tinggal satwa liar tersebut berubah jadi kebun, ladang dan pemukiman di tambah kebakaran lahan,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit, Kalimantan Tengah, Muriansyah, Jumat 11 Juni 2021.

BACA JUGA:   Modus Jadi Pengamen, Ternyata Dua Pemuda Ini Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Sampit

Salah satunya seperti satwa liar Beruang Madu, yang mana konflik antara manusia dan hewan dilindungi yaitu Beruang madu terjadi setiap tahun, terutama diawal musim kemarau sampai dengan akhir kemarau atau memasuki musim hujan.

“Kami duga, Beruang keluar dari semak belukar yang tersisa karena di tempat tersebut sumber air untuk mereka minuman sudah mulai kering. Sehingga hewan ini masuk ke sekitar kebun, ladang dan pemukiman, karena di tempat itu sumber air dan makanan ada,” ucapnya.

Sumber air yang maksud seperti parit batas tanah, kolam-kolam kecil untuk menyiram tanaman, sedangkan makanan hewan ini mendapatkannya dari kebun warga seperti nanas, nangka dan ternak ayam atau itik milik warga serta sampah rumah tangga.

BACA JUGA:   LPG Bersubsidi di Sampit Sulit Didapat dan Harga Tak Sesuai HET, Kenapa?

Muriansyah mengimbau, warga selalu berhati-hati dan waspada dengan munculnya beruang dalam 10 hari belakangan ini ke areal pemukiman warga. Terutama pada malam hari, karena aktivitas beruang atau jenis hewan ganas lainnya lebih aktif mencari makan.

“Segera laporkan kepada petugas BKSDA atau RT, RW, perangkat Desa, Kelurahan maupun aparat keamanan setempat, jika melihat hewan ganas tersebut. Jangan berusaha menangkap atau bertindak gegabah karena sangat berbahaya,” tuturnya.

“Bagi warga yang memelihara ternak  ayam, itik, kambing di tepi semak belukar, harus sangat waspada dan juga hati-hati, sebab Ular Sanca dan Beruang juga bisa mengincar ternak anda,” pungkas Muri. (Cha/beritasampit.co.id).