Dewan Reses Ke Dapil 3, Temukan Masih Ada Desa Yang Terisolir Padahal Berada Diantara Dua PBS

IM/BERITASAMPIT - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Hj Darmawati.

SAMPIT – Reses ke 2 tahun 2021 DPRD dari Dapil 3 Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilaksanakan secara bersama-sama dengan terjun langsung dan mendengarkan berbagai hal aspirasi masyarakat dan juga beberapa permasalahan yang sedang terjadi ditengah masyarakat terutama desa yang hingga kini masih terisolir.

“Menuju Desa ini tidak jauh dari Kota, hanya dengan jarak kurang lebih 1,5 jam saja. Akan tetapi desa ini seperti terisolir, di karenakan kurang lebih 8 km dari jalan induk menuju desa itu sangat memprihatinkan. Desa yang saya sebutkan adalah Desa Pondok Damar,” ucap Ketua Komisi II DPRD Kotim Hj. Darmawati, Sabtu 12 Juni 2021

BACA JUGA:   Normalisasi Sungai di Kota Sampit Harus Segera Dilakukan

Untuk diketahui Desa Pondok Damar tersebut berada diantara dua Perusahaan Besar Swasta (PBS), kendati demikian apa yang didapatkan oleh masyarakat dengan adanya dua perusaahan itu sama sekali tidak ada. Padahal sudah sewajarnya kesejahteraan masyarakat setempat bisa diperhatikan, apalagi masalah pembangunan jalan.

“Permasalahan itu sudah jadi agenda prioritas usulan pembangunan jalan sepanjang 8 Km, namun lagi-lagi tidak bisa di laksanakan. Di karenakan adanya status HGU, dan ini juga jadi PR kita bersama agar bisa terealisasi,” sebut Legislator Partai Golkar ini.

BACA JUGA:   Terpapar Covid-19, Satu Dokter Spesialis RSUD Murjani Sampit Meninggal Dunia

Selain itu Reses juga dilakukan di Desa Sei Ijum Raya, dan dari semua reses yang dilakukan masih seperti reses sebelumnya keluhan masyarakat yang merasakan sulitnya akses menuju pertanian dan penyakit kuning menyerang tanaman padi, serta menurunnya kualitas buah kelapa. “Maka dari itu saya meminta agar dapat sama-sama menemukan solusinya bersama,” demikiannya.

(im/beritasampit.co.id).