Dianggap Takdir, Calon Jemaah Haji Pulang Pisau Ikhlas Gagal Berangkat Haji

IST/BERITA SAMPIT - Roby Huddin, calon jemaah haji yang gagal berangkat.

PULANG PISAU – Pemerintah melalui Kementerian Agama telah memutuskan untuk peniadaan keberangkatan haji untuk tahun 2021 ini, dengan alasan keselamatan dan kesehatan para calon jemaah haji ditengah pandemi Covid-19.

Keputusan ini bisa diterima sejumlah calon jemaah haji di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satunya Roby Huddin yang begitu yakin bahwa keputusan Pemerintah adalah yang terbaik dalam situasi saat ini.

Warga Jalan Tingang Menteng, Kabupaten Pulang Pisau ini mengaku ikhlas dengan tidak diberangkatkannya jemaah haji asal Indonesia, termasuk dirinya.

“Bagi saya, keputusan Pemerintah memang tepat karena situasi pandemi Covid-19 yang melanda banyak negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, tidak memungkinkan dalam konteks kesehatan untuk penyelenggaraan ibadah haji,” kata Roby Huddin di kediamannya, Sabtu 12 Juni 2021.

Menurutnya, Pemerintah pasti telah mempertimbangkan banyak hal. Roby meyakini, pembatalan ibadah haji tahun ini adalah bagian dari takdir yang harus dijalaninya.

Pria yang seharusnya menunaikan rukun Islam kelima bersama sang istri yaitu Yunani itu pun berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Dengan begitu, penyelenggaraan ibadah haji bisa kembali diselenggarakan tahun depan.

“Semoga pandemi segera berakhir dan tahun depan kami dapat memenuhi panggilan Allah SWT untuk berhaji,” harapnya.

Senada dengan sang istrinya Yunani, menerima keputusan Pemerintah. Wanita yang aktif diberbagai kegiatan kemasyarakatan ini setuju dengan pertimbangan dari Pemerintah yang mengedepankan keselamatan dan kesehatan jemaah.

“Kami rasa Pemerintah sudah tepat dalam memutuskan peniadaan haji ini. Karena memang kondisi pandemi Covid belum menunjukkan tanda mereda, di berbagai negara terlihat masih banyak angka positifnya termasuk di Indonesia,” jelasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).