DPRD : Warga Minta Jalan Penghubung antar 21 Desa di Utara Katingan Diperbaiki

IST/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Katingan Gimmak Bulinga, S. Sos usai pertemuan dengan para kades dan tokoh masyarakat.

 

KASONGAN – Masyarakat di dua kecamatan bagian Utara Katingan masih mengeluhkan infrastruktur jalan.

Terlebih badan jalan yang masih belum diaspal di Kecamatan Senaman Mantikei dan Kecamatan Petak Malai, membuat roda perekonomian masyarakat juga terganggu.

Ditambah lagi, kondisi jalan semakin parah jika musim hujan tiba, jalan menjadi becek karena dipenuhi lumpur pekat. Pengendara harus ekstra hati-hati karena jalan berubah sangat licin.

Keluhan ini diterima Anggota DPRD Katingan Gimmak Bulinga saat menyerap aspirasi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah daerah bisa kembali melanjutkan perbaikan akses jalan dari Desa Dehes sampai Tumbang Baraoi yang menghubungkan 21 desa di 2 kecamatan Sanaman Mantikei dan kecamatan Petak Malai.

BACA JUGA:   Golkar Peduli, Bantuan Banjir di Katingan Disalurkan Door to Door

“Aspirasi masyarakat ini akan kita suarakan di perlemen, masyakarat berharap jalan penghubung antar 21 Desa tersebut sekitar 54 Km bisa kembali dilanjutkan. Jalan ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat kita,” ujar Legislator PDI-P ini.

IST/BERITA SAMPIT – Anggota DPRD Katingan Gimmak Bulinga, S. Sos saat meninjau langsung kondisi jalan penghubung antara kecamatan Sanaman Mantikei dan Petak Malai.

Dia juga mengakui selain licin jalan yang merupakan akses berbagai kegiatan warga itu pun berbatu terjal.

BACA JUGA:   10.409 Warga Pulau Malan Kabupaten Katingan Terdampak Banjir

Tidak jarang, kendaraan roda empat dan truk yang terjebak di tengah jalan. Hal ini tentunya sangat menyusahkan para pengendara.

Keluhan akses jalan terungkap saat dirinya berdialog dengan beberapa kades seperti kades Tumbang Kanei, Tumbang Atei, Tumbang Pangka, Kuluk Habuhus dan Kamantu, yang menyampaikan keluhannya.

“Aspirasi dan usulan perbaikan jalan menjadi skala prioritas yang akan kami perjuangkan di perlemen, selain infrastruktur, persoalan kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian saya saat reses,” tegasnya.

(Kawit/beritasampit.co.id)