Dua Kali Sempat Tertunda, DPRD Kebut Raperda Cadangan Pangan

M.Slh/BERITA SAMPIT – Rapat Pembahasan Raperda tentang Cadangan Pangan

PALANGKA RAYA – Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Cantik, membahas terkait ketersediaan pangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rapat Komisi Dewan Jalan Tjilik Riwut KM. 5.5. Jumat, 18 Juni 2021.

Ketua pansus Raperda DPRD Kota Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan menyampaikan bahwa, pembahasan Raperda tersebut sudah dua kali tertunda, dan hari ini pihaknya sudah sepakat menyelesaikan Perda Ketahanan pangan ini dan sudah sepakati bersama dengan judul diubah menjadi Cadangan Pangan. Dimana sebelumnya Ketahanan Pangan.

“isi Perdanya pun, banyak mengenai cadangan pangan, karena kita beberapa bulan kedepan, kita tidak tahu bencana apa yang akan datang. Makanya kita sangat perlu Perda ini, dan cepat kita selesaikan,” terang Arthur Apriossi Tuwan kepada Berita Sampit, usai rapat.

BACA JUGA:   Hima Kobar Palangka Raya, Galang Dana untuk Korban Banjir Arut Utara

Lebih lanjut wakil Ketua II Komisi B DPRD Kota Palangka Raya ini juga menjelaskan, bahwa Perda tersebut terdapat cadangan-cadangan pangan, stok cadangan pangan untuk berapa bulan ke depan atas sasarannya untuk masyarakat.

“Seperti masyarakat yang terdampak bencana, seperti saat ini kita terdampak Covid-19 yang belum kita tahu kapan selesainya, dan saat ini kita sudah menghadapi musim kemarau. Makanya pemerintah sangat memerlukan ini, kita di anggota pansus sepakat untuk menyelesaikan ini,”tuturnya

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Renson menyampaikan bahwa, pada akhir 2020 lalu pihaknya mengusulkan pembahasan rancangan terkait dengan Ketahanan Pangan, dan pada awal 2021 dibahas terkait cadangan pangan.

BACA JUGA:   Diduga Memalsukan dokumen PCR, Seorang Wanita Diamankan Polisi di Palangka Raya

“Ada beberapa kali yang kami laksanakan, dan sampai saat ini, ada tiga sampai empat kali pembahasan, dan kebetulan Alhamdulillah puji tuhan pada hari ini cadangan pangan tuh sudah dibahas dan sudah hampir rampung,”ujar Renson.

Dikatakan dia bahwa, tinggal ada finishing. jadi selama ini, memang khusus di pertanian dan ketahanan pangan, pihaknya tidak ada lanjutan aturan untuk mencadangkan pangan itu sendiri.

“Kebetulan, dengan adanya ini. Pada saat nanti disetujui dan sudah dilakukan persetujuan, termasuk juga sudah dikoordinasikan dengan Gubernur sudah selesai, nah kita bisa mencadangkan pangan. kita tidak berharap atau berdoa ada musibah enggak, cuman minimal kita harus mempersiapkan cadangan pangan,” tutupnya.

(M.Slh/Beritasampit.co.id)