Masyarakat Harus Bersama-Sama Sadar Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan

IMBAUAN : IST/BERITA SAMPIT - Upaya TNI/Polri menyadarkan masyarakat agar turut bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan MHU, Samuda, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Babinsa Koramil 1015-06/Mentaya Hilir bersama Polsek Jaya Karya dan Manggala Agni gelar apel simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Simulasi itu dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Babinsa Koramil 1015-06/Mentaya Hilir Serda Zubil mengatakan, penanggulangan Karhutla memerlukan pemikiran yang matang untuk dapat menentukan langkah-langkah cepat, salah satunya kesiapan Babinsa Koramil 1015-06/Mentaya Hilir.

BACA JUGA:   Koperasi Pertanian Tebu Bakal Operasional di Teluk Sampit

“Kerja keras yang dilakukan dalam menangani bencana Karhutla oleh TNI, Polri, perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat memang tidak sepenuhnya api dapat dipadamkan, namun diharapkan untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dan mengimbau kepada masyarakat untuk menimbulkan kesadaran agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Serda Zubil, Sabtu 19 Juni 2021.

BACA JUGA:   Orang Tua Pembuang Bayi di Desa Penyang Kotim Akhirnya Terungkap

Secara terpisah, Danramil 1015-06/Mentaya Hilir Letda Inf Margus menambahkan, apel siaga ini dilakukan sebagai upaya dan sinergitas TNI bersama untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya Karhutla di musim kemarau.

“Ini juga sekaligus untuk memastikan kesiapsiagaan alat dan personel terhadap mencegah Karhutla di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan,” ujar Letda Inf Margus. (ifin/beritasampit.co.id).