BMKG Sampit Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Buruk dan Dampak Yang Ditimbulkan

JUN/BERITA SAMPIT - Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur diguyur hujan deras beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca buruk yang melanda daerah ini.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Musuhanaya, mengatakan, meningkatnya intensitas hujan saat ini perlu diwaspadai, karena tidak jarang disertai kilat/petir dan angin kencang, serta mengantisipasi dampak yang ditimbulkan seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.

“Dengan tingginya intensitas hujan, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, kilat, petir dan pohon tumbang,” katanya, Minggu 20 Juni 2021.

Secara khusus, Musuhanaya meminta masyarakat mewaspadai ancaman sambaran kilat atau petir saat terjadi hujan. Pasalnya, insiden ini bisa mengancam nyawa manusia, baik akibat sambaran petir maupun tertimpa pohon atau bangunan yang tersambar petir.

Berdasarkan peringatan dini cuaca wilayah Kalimantan Tengah untuk 19 hingga 22 Juni 2021, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman cuaca buruk dan Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu daerah yang berpotensi dilanda cuaca buruk selama empat hari tersebut.

BACA JUGA:   PGRI Mentaya Hilir Utara Peduli Sumbang Ratusan Beras Untuk Korban Banjir

“Kotawaringin Timur termasuk wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang. Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, khususnya saat terjadi hujan,” ujar Musuhanaya. Dikutip dari Antara.

BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit secara rutin menyampaikan perkembangan informasi cuaca, termasuk mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi cuaca buruk. Harapannya agar informasi itu bisa menjadi acuan masyarakat dalam beraktivitas sehingga bisa terhindar dari dampak cuaca buruk tersebut.

Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang, warga diharapkan mencari tempat yang aman untuk berteduh agar terhindar dari petir maupun pohon tumbang atau bangunan ambruk.

Pada kesempata tersebut, Musuhanaya juga menyampaikan keprihatinannya dan turut berduka atas meninggalnya dua warga Sampit saat terjadi petir pada Sabtu 19 Juni 2021. Menurutnya, sambaran petir memang tidak bisa dipastikan, untuk itulah kewaspadaan sangat dibutuhkan.

BACA JUGA:   Puluhan Desa di Kotim Dinilai Angka Stunting Masih Tinggi

Sebelumnya, diberitakan dua orang warga Sampit bernama Yoyok Siswanto (41) dan Zainul Arifin (42) meninggal akibat tersambar petir saat berteduh di sebuah pondok di Jalan Jenderal Sudirman km 11 Sampit – Pangkalan Bun pada Sabtu 19 Juni 2021, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedua korban merupakan warga Perumahan Wengga Metropolitan di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang. Saat kejadian, kedua korban bersama empat rekan mereka sedang berteduh di sebuah pondok sekitar kebun sawit. Tiba-tiba petir menyambar dan kedua korban meninggal di tempat kejadian, sedangkan empat rekannya tidak mengalami cedera.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit sudah mengeluarkan peringatan dini pada pukul 12.40 WIB bahwa berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di Kabupaten Kotawaringin Timur, meliputi Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Kota Besi, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Parenggean, Pulau Hanaut, Seranau, Telaga Antang dan Teluk Sampit.

(BS-65/beritasampit.co.id)