Yogyakarta Akan Transmigrasikan 10 KK ke Kaltim dan Kalteng pada Akhir Tahun 2021

Arsip Foto - Pemandangan dari atas kawasan transmigrasi di Desa Tinauka, Rio Pakava, Donggala, Sulawesi Tengah.//Ist-ANTARA/Basri Marzuki;

YOGYAKARTA – Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, berencana mentransmigrasikan 10 keluarga ke Kabupaten Paser di Kalimantan Timur dan Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah pada akhir tahun 2021.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, mengatakan, pemberangkatan 10 keluarga calon transmigran tersebut ditunda akibat pandemi Covid-19 dan kemudian dijadwalkan ulang pada tahun ini.

“Sepuluh kepala keluarga (KK) ini adalah keluarga yang sudah terdata sebagai calon transmigran dan seharusnya berangkat tahun lalu,” kata Maryustion, Senin 21 Juni 2021.

Menurut dia, pemberangkatan kesepuluh keluarga tersebut ke daerah tujuan transmigrasi akan dilakukan bersama dengan pemberangkatan calon transmigran dari kabupaten lain di bawah koordinasi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA:   Dorong Partisipasi Masyarakat, KPU Kembangkan Sistem Informasi Jaga Data Pemilih

“Jadwal pemberangkatan biasanya dilakukan pada akhir tahun. Karena masih dalam masa pandemi, tentu saja pemberangkatan 10 KK ini pun dilakukan dengan protokol kesehatan ketat,” katanya. Dikutip dari Antara.

Maryustion mengatakan, seluruh calon transmigran akan mendapat pelatihan dasar tentang pengolahan lahan pertanian agar bisa menggarap lahan yang disediakan di daerah tujuan transmigrasi.

“Tujuannya supaya para keluarga ini benar-benar siap saat ditempatkan sebagai transmigran. Apalagi di Kota Yogyakarta tidak terlalu banyak lahan pertanian, sehingga pelatihan sangat dibutuhkan,” katanya, menambahkan. Pelatihan calon transmigran rencananya digelar selama satu pekan pada Agustus.

BACA JUGA:   Kelurga Pondasi Utama Lewati Masa Sulit Pandemi Covid-19

Selain mendapat lahan untuk pekarangan dan lahan untuk usaha, calon transmigran akan mendapat rumah, bantuan pemenuhan kebutuhan hidup dan bahan kebutuhan pokok, bibit tanaman, serta uang saku sebagai modal awal di daerah penempatan.

“Tentu saja yang diharapkan adalah para transmigran ini cepat beradaptasi di lokasi penempatan. Mengolah lahan yang diberikan dengan baik dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Maryustion.

(BS-65/beritasampit.co.id)