Pempek “CEK ESA” Manjakan Lidah Pelanggan, Mau Coba?

Hoby makan pempek atau empek-empek Palembang ?, jawabannya ditunggu di Café Pempek “CEK ESA”, Jalan Jenderal Achmad Yani depan Markas Bus Loggos Pangkalan Bun.

Café “Pempek CEK ESA” saat dikunjungi sejumlah awak media Kabupaten Kobar, yang ditraktir Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditya Dhani, nampak sudah penuh oleh para pemburu Pempek Palembang.

“Silahkan duduk ibu dan bapak dibangku yang sudah kami silahkan, mau pesan apa,” kata seorang pelayan sambil memberikan daftar menu makanan, kepada beritasampit.co.id setelah duduk.

Dalam daftar menu makanan, kebanyakan nama-nama jenis makanan pempe, mulai dari pempek kapal selam, pempek telur besar, pempek telur kecil, pempek keriting, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek belah, pempek panggang, pempek lenggang, dan sebagainya.

Beberapa menit kemudian, muncul seorang perempuan Cantik bertubuh ramping pakai hijab (Jilbab), ternyata namanya dr Essa Aprilia, asli dari Palembang yang diam-diam membuka usaha pempek.

BACA JUGA:   Juni Gultom: Revolusi Industri 4.0 Peningkatan Kinerja Tanggap Perbaiki Infrastruktur

Saat dibincangi beritasampit.co.id Minggu malam, Senin, 21 Juni 2021 dengan ramah dan penuh senyum, membeberkan tentang makanan jenis pempek Palembang, yang telah banyak dikenal masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke beberapa Negara di Eropa dan Asia.

“Pempek Palembang, terbuat dari tepung kanji atau tepung sagu dicampur daging ikan yang digiling lembut dan bawang putih yang dihaluskan, kemudian diberi bahan lainnya sebagai penyedap rasa”, kata dr.Essa Aprilia.

Kalau semua tepung kanji atau sagu sudah diracik menjadi adonan, kata Essa bisa dibuat menjadi beberapa jenis pempek, seperti pempek kapal selam (pempek telur besar), pempek telur kecil, pempek keriting, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek belah, pempek panggang, pempek lenggang.

‘Semua jenis pempek tersebut kalau sudah siap saji langsung disajikan dengan kuah cuka yang memiliki rasa asam, manis, dan juga pedas. Nah, dalam hal kuah cuka inilah, yang akan menentukan nikmat dan lezatnya pempek Palembang,” ungkap dr.Essa Aprilia.

BACA JUGA:   Ketua Tim PKK Kobar Minta Anggotanya Mendukung PTM dan Prokes

Dijelaskannya, banyak juga di Kota Pangkalan Bun yang menjual Pempek Palembang, namun kata dr Essa Aprillia kalau bicara masalah ‘bumbu/kuah cuka’, yang menentukan asli atau tidaknya hanyalah pembeli.

“Bumbu kuah cuka yang Ibu hidangkan didalam botol kenapa kental sekali Bu”, Tanya beritasampit.co.id. “Kami sudah biasa, kalau membuat kuah cuka untuk pempek Palembang, pasti agak kental tidak encer karena kalau kental rasanya lebih nyuuus”, jawab dr. Essa Aprillia.

Begitu pempek kapal selam yang ada telor diris jadi empat kemudian dicelupkan kekuah cuka yang kental. ” Waah.. manyuus..”, karena kuahnya banyak menempel kekapal selam, kalau encer kuahnya lewat begitu saja, jadi kurang nyuuss. Selamat mencoba.

(Maman Wiharja).