Kades Pantap Nilai Perusahaan Diskriminatif ke Tenaga Kerja Lokal

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Desa Pantap Masruri saat bertemu langsung dengan pihak manajer PT Tapian Nadengan Estate Serindu. beberapa waktu yang lalu.

SAMPIT – Warga Desa Pantap Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, meminta perusahaan PT Tapian Nadengan Estate Serindu lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam perekrutan karyawan.

Serindu adalah salah satu perusahaan besar swasta (PBS) bergerak dibidang perkebun sawit yang tergabung di Sinar Mas Grup. Perusahan ini beroperasi disebagian wilayah desa Pantap. Sayangnya, perhatian pihak perusahan terhadap warga desa dinilai tidak maksimal.

Hal ini diungkapkan langsung Kades Pantap, Masruri. Ia menyebutkan selama dirinya memimpin kehadiran perusahaan di desanya tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Bahkan pihak perusahaan dinilai diskriminatif ke warga lokal yang menetap di desa Pantap.

Dia mengatakan warga yang melamar kerja bila berdomisili desa Pantap dipersulit padahal semua persyaratan, seperti Surat kesehatan, SKCK dari pihak kepolisian sudah dipenuhi tapi juga tidak diterima, sedangkan warga dari desa lain langsung diterima.

“Warga kami mau melamar bekerja jadi karyawan bagian perawatan saja tidak diterima, kalo memang orang desa pantap tidak diterima biar ada kejelasan jangan dibuat masyarakat tetap berharap. Ini perusahaan menyuruh masyarakat bikin lamaran, jawabnya tidak jelas. Saya malu, ketika masyarakat meminta tolong ikut mengantarkan berkas kerja, sudah 6 bulan ini tidak ada jawaban,” jelasnya dengan beritasampit.co.id

BACA JUGA:   3 Perwira Polres Kotim Berganti

Pria yang baru menjabat 1 tahun menjadi kades ini sempat dihubungi pihak tim audit perusuhaan dari Jakarta yang menanyakan apakah ada dampak ekonomi ke warga sekitar.

Dia dengan tegas mengatakan tidak ada dampak yang signifikan, dari karyawan yang bekerja juga jarang belanja di desa tersebut sampai dengan tenaga kerja lokal tidak diterima bekerja.

“Keluhan ini juga sudah kami sampaikan saat musrembang, ada dari pihak pemerintah daerah yang hadir dan anggota DPRD Kotim yang ikut mendesak agar perusahaan bisa memperhatikan tenaga kerja lokal, tapi hasilnya masih tidak kelihatan,” keluhnya.

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng Instruksikan Bupati Perkuat Penerapan PPKM di Kelurahan dan Desa

Disinggung mengenai tanggung jawab sosial kepada masyarakat atau Corporate Social Responsibility atau CSR, pihaknya mengakui pihak perusahan ada membantu pembayaran gaji guru 12 juta terus juga membantu penimbunan jalan, namun tidak signifikan.

“Kami berharap pihak perusahaan bisa komitmen memperhatikan tenaga kerja lokal, kalo memang tidak bisa juga sampaikan biar masyarakat kami tidak berharap lagi. Kasihan mereka yang mengurus lamaran sudah habis waktu dan biaya yang lumayan dalam melengkapi berkas,” pintanya.

Ditempat terpisah Humas PT Tapian Nadengan Estate Serindu, Asmar ketika dikonfirmasi mengenai tanggapan pihak perusahaan mengenai keluhan warga Desa Pantap enggan banyak berkomentar dengan alasan masih bekerja.

“Saya masih kerja pak, nanti siang saja pak,” menjawab via watsapp. kemarin.

Ketika dikonfirmasi kedua kalinya, Rabu, 23 Juni 2021 pukul 11.20 Wib, beritasampit.co.id. Pihak perusahaan hingga sekarang belum menanggapi.

(Kawit/beritasampit.co.id)