Aplikasi Cerita Owa Bagian Dari Perpustakaan Cerdaskan Bangsa

SAMBUTAN : IST/BERITA SAMPIT - Kabid Layanan Teknologi Informasi dan Kerjasama Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng Kuntep Berkat Asi saat membacakan sambutan.

PALANGKA RAYA – Pembangunan bidang perpustakaan mempunyai peranan yang penting dan strategis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut undang-undang Nomor 43 Tahun 2007, perpustakaan diselenggarakan berdasarkan azas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, kerukunan dan keterbukaan.

Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.

Selain itu, perpustakaan juga berfungsi memberikan layanan kepada perpustakaan, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Atas dasar hakikat inilah, menurut Kepala Bidang Layanan Teknologi Informasi dan Kerjasama Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng), Kuntep Berkat Asi, perpustakaan ingin menjadi mitra yang terbuka dan aktif dalam setiap upaya lembaga maupun komunitas yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

BACA JUGA:   Mengawali Tahun Ajaran Baru, MPLS di Kalteng Digelar Secara Daring

“Cerdas bukan saja soal pengetahuan, tapi juga sikap dalam pengambilan keputusan yang tepat,” jelas dia saat menghadiri pra peluncuruan Aplikasi Buku Cerita Owa yang diinisiasi oleh Borneo Nature Foundation (BNF), di ruang Baca Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng, Kamis 24 Juni 2021, mewakili Plt Kepala Dinas, Luqman Al Hakim.

Diketahui, Kalteng adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Luas wilayah kurang lebih 15,4 juta hektar dimana 13,0 juta hektare berupa hutan dan 2,7 juta hektare berupa lahan gambut.

Kalteng memiliki berbagai keanekaragaman hayati yang menjadi tanggungjawab bersama melestarikannya, termasuk Owa, hewan endemik yang tersebar di hutan Kalimantan.

BACA JUGA:   Masyarakat Sering Dirugikan Dengan Produk Jasa Keuangan, Begini Tindakan OJK

“Mendukung pelestarian bukan saja menghargai keberadaannya, tapi juga menanamkan nilai-nilai pengetahuan tentang Owa kepada masyarakat, dan perpustakaan menjadi bagian penting dari edukasi tersebut,” kata Kuntep.

Untuk itu, aplikasi pengenalan dan cerita tentang Owa juga menjadi bagian dari perpustakaan Kalteng, untuk peningkatan literasi masyarakat tentang kekayaan dan keanekaragaman hayati di Kalteng.

Diharapkan, aplikasi ini nantinya dapat semakin disempurnakan, dan makin banyak orang yang bercerita tentang Owa, dan makin banyak orang makin menghargainya sebagai bagian khas dari Kalimantan.

“Kami berharap, akan ada lagi aplikasi edukasi dan pembelajaran sejenis ini, yang diinisiasi oleh BNF ataupun lembaga lainnya, mendukung peningkatan literasi di Kalimantan Tengah,” katanya. (Hardi/beritasampit.co.id).