Prioritaskan Putra Daerah Isi Tenaga Pendidik dan Kesehatan

ILHAM/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim Halikinnor, saat memberikan sambutan di Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kotim, Sabtu 26 Juni 2021.

SAMPIT – Upaya pemerataan pembangunan salah satunya mengisi kekurangan Tenaga pendidikan, kesehatan serta tenaga lainnya di lingkungan Pemerintah Desa maupun Kecamatan yang selama ini menjadi kendala Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memang sudah sewajarnya disikapi dengan cermat oleh Pemerintah Daerah.

Untuk mengisi kekurangan tersebut, langkah yang layak diambil Pemda yakni dengan memprioritaskan pekerja dari masyarakat setempat.

“Kita akan sekolahkan putra dan putri daerah, yang nantinya dipersiapkan untuk ditempatkan di daerah tempat tinggalnya yang ada di Desa maupun pelosok pedalaman di Kotim,”kata Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, pada kegiatan Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kotim, Sabtu 26 Juni 2021.

BACA JUGA:   Pria Asal Palembang Ditemukan Meninggal di Hotel, Begini Kronologinya

Bukan hanya untuk memfasilitasi untuk tenaga pendidikan dan guru, namun juga disiapkan putra dan putri daerah yang bisa disekolahkan masuk di Kepolisian.

“Kita ingin Polsek-Polsek maupun Babinsa juga bisa diisi oleh putra dan putri asli Kotim,”ucap Halikin.

“Untuk tahun 2021 ini tidak dianggarkan, tapi ditahun 2022 kita berupaya anggarkan. Sekitar 40-50 orang khusus putra daerah yang akan kita anggarkan untuk disekolahkan guna mengisi tenaga pendidik, kesehatan, maupun kepolisian,”lanjutnya.

BACA JUGA:   Penerimaan Calon Mahasiswa Baru di STKIP Muhammadiyah Sampit Diperpanjang

Mengisi kekosongan pegawai sebagai kepanjangan tangan Pemerintah di wilayah pedalaman, menurut Halikin lebih baik menempatkan putra maupun putri daerah setempat, hal ini lebih menguntungkan apalagi tenaga yang direkrut sangat mengenal kampung halamannya.

“Kalau masyarakat setempat, tentunya mereka akan berjuang semaksimal mungkin untuk membawa kemajuan pembangunan wilayahnya masing-masing,”tutupnya.

(Cha/beritasampit.co.id)