Netizen China Serukan Boikot Perusahaan Minuman Hong Kong Vitasoy

Ilustrasi produk minuman (foto financeroll.co.id)

HONG KONG – Pembuat minuman Vitasoy menjadi target terbaru seruan warganet China untuk diboikot setelah seorang karyawan mengedarkan memo daring yang berisi ucapan belasungkawa kepada keluarga seorang pekerja yang menikam seorang petugas polisi Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial China Weibo pada Sabtu, Vitasoy mengatakan seorang anggota staf telah mengedarkan memo yang digambarkan sebagai “sangat tidak pantas” tanpa izin, dan perusahaan berhak untuk mengambil tindakan hukum.

Memo itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga seorang pekerja Vitasoy berusia 50 tahun yang telah menikam seorang petugas polisi, 28, dan kemudian bunuh diri pada hari Kamis, peringatan kembalinya bekas jajahan Inggris ke pemerintahan China, saluran media melaporkan.

BACA JUGA:   Kabar Terkini Pandemi Covid-19 di Berbagai Belahan Dunia

Menteri Keamanan Hong Kong Chris Tang menggambarkan serangan itu sebagai serangan teroris “yang bertindak sendirian”.

“Apa yang ditulis karyawan ini seharusnya tidak dipublikasikan dan tidak boleh dipublikasikan secara internal,” kata Vitasoy.

“Vitasoy Group dengan tulus meminta maaf atas masalah atau keluhan yang ditimbulkan. Kami mendukung kemakmuran, stabilitas, dan pembangunan jangka panjang Hong Kong.”

Memo pekerja itu memicu banjir seruan daring untuk memboikot Vitasoy, yang mendapat dua pertiga pendapatannya dari China daratan.

Tagar “#Vitasoygetoutofthemainland” telah mengumpulkan hampir 100 juta tampilan pada Minggu.

BACA JUGA:   Pemerintah Arab Saudi Nyatakan Jalur Umrah Bagi Jamaah Indonesia Kembali Dibuka

Aktor daratan Gong Jun, yang sebelumnya mendukung minuman rasa lemon Vitasoy, mengumumkan pada Jumat malam bahwa ia mengakhiri kerja sama komersial dengan perusahaan tersebut, kata Global Times, sebuah tabloid yang diterbitkan oleh surat kabar resmi Partai Komunis China, People’s Daily.

Pengumumannya menyusul aktor China daratan lainnya, Ren Jialun, yang mengatakan dia juga menghentikan kerja sama dengan Vitasoy, tambah surat kabar itu.

Peritel mode H&M mengatakan pada Kamis bahwa penjualannya terpukul di China setelah kekhawatirannya atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang menyebabkan boikot para pembeli yang terinspirasi media sosial.

Sumber: Reuters

(BS93/beritasampit.co.id)