Antisipasi Lonjakan Pasien RSUD Pulang Pisau Siapkan 20 Tempat Tidur Tambahan

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Pulang Pisau Muliyanto Budihardjo.//Ist-Antara/Adi Waskito;

PULANG PISAU – Plt Direktur RSUD Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo, mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus penularan virus corona di daerah setempat pihaknya menyiapkan tambahan 20 tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19

“Kita telah mempersiapkan tambahan sebanyak 20 tempat tidur di bangunan Christiany Center, selain dari ruangan perawatan COVID-19 yang ada di RSUD Pulang Pisau. Penambahan tempat tidur ini sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan pasien,” kata dr Muliyanto, Rabu 7 Juli 2021.

Antisipasi RSUD Pulang Pisau ini juga berkaitan dengan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali, yang tidak menutup kemungkinan berimbas kepada daerah-daerah lain. Saat ini, dari segi fasilitas dan peralatan penanganan pasien COVID-19 di tempat itu masih cukup memadai.

BACA JUGA:   Kasrem 102/Pjg Tinjau Langsung Vaksinasi Massal Dua Kabupaten

“Antisipasi lonjakan pasien ini tidak terlepas juga dari meningkatnya pasien terkonfirmasi positif yang terjadi dalam satu pekan terakhir dan pemerintah setempat juga telah menggelar rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dalam Satgas Penanganan COVID-19 kabupaten setempat,” katanya.

Dia mengatakan saat ini fasilitas dan peralatan medis masih dalam batas aman dan memadai. Namun, jika ruangan sudah mencapai angka 50 persen yang digunakan pasien, itu artinya menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif.

Perlengkapan medis untuk penanganan pasien, terang Muliyanto, juga diantisipasi oleh RSUD Pulang Pisau, di antaranya ketersediaan obat-obatan dan oksigen agar tidak terjadi kelangkaan seperti di beberapa rumah sakit di Pulau Jawa.

BACA JUGA:   Dianggap Takdir, Calon Jemaah Haji Pulang Pisau Ikhlas Gagal Berangkat Haji

“Untuk ketersediaan tabung oksigen, RSUD setempat memiliki sebanyak 60 tabung. Untuk ketersediaan oksigen ini, terus dievaluasi manajemen setiap enam jam,” kata dia.

RSUD setempat sebelumnya telah melakukan kontrak kerja sama dengan PT Samator selaku distributor oksiden di Banjarmasin dan Palangka Raya

“Apabila oksigen telah terpakai separuh dari jumlah keseluruhan tabung yang dimiliki, maka pihak distributor langsung mengirimkan pasokan sehingga ketersediaan oksigen untuk kebutuhan pasien tidak menjadi masalah,” jelasnya.

(BS-65/beritasampit.co.id)