BUMDES Amanah Bersama Satiruk Mulai Eksis, Jual Elpiji Dijatah 140 Tabung Per Bulan

SIMBOLIS : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Pengurus BUMDES Amanah Bersama menyerahkan hasil PADes untuk Juni dan Juli 2021 secara simbolis kepada Ketua BPD Satiruk disaksikan Kades dan Plt Camat Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Amanah Bersama Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sejak sudah mulai eksis.

BUMDES itu mulai berjalan sejak awal Januari 2021 bergerak di bidang penjualan elpiji. Bahkan, dijatah sebanyak 140 tabung per bulan.

“Alhamdulillah, hasil Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui BUMDES Amanah Bersama sebanyak Rp 700 ribu per bulan terhitung sejak Januari hingga Juli 2021,” ucap Kepala Desa Satiruk Asra kepada wartawan media siber beritasampit.co.id, Selasa 7 Juli 2021.

Terpilihnya penjualan elpiji melalui BUMDES Amanah Bersama, lanjut Asra, hal itu berdasarkan pengkajian di lapangan bahwa warga desa sangat kesulitan untuk mendapatkan elpiji. Sedangkan elpiji merupakan salah satu kebutuhan dasar rumah tangga.

BACA JUGA:   Kepala Disdik Kotim: Kita Berharap Sekitar 20 Ribu Siswa SMP di Kotim Bisa Tervaksin

“Mengenai harga sangat ekonomis bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga di desa lainnya,” ujar Asra.

Sekadar diketahui, Desa Satiruk merupakan desa paling ujung wilayah hilir Kecamatan Pulau Hanaut. Paling mudah dicapai melalui transportasi air meskipun jalur darat sudah tembus namun infrastruktur jalan belum memadai.

Disisi lainnya, untuk mencapai desa memerlukan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan perahu (kelotok) bermesin truk dari ibu kota Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kotim, Kalteng.

Untuk biaya transportasi naik perahu (kelotok) diperkirakan antara Rp 100 ribu hingga 150 ribu sekali perjalanan.

BACA JUGA:   Gowes Sepeda Sampit Jelajahi Alam Natural Perdesaan Pulau Hanaut

Sementara itu, Pelaksana tugas Camat Pulau.Hanaut Sufiansyah mengapresiasi pengurus BUMDES Amanah Bersama Desa Satiruk.

Dia menilai bahwa PADes melalui BUMDES Amanah Bersama pendapatan per bulan sudah cukup besar. Bahkan, peran aktif kepala desa membantu BUMDES untuk meringankan beban (tanpa dibayar) untuk angkutan elpiji juga dapat apresiasi setinggi-tingginya.

“Disinilah peran kepala desa yang sebenarnya, dia membantu masyarakat desanya tanpa harus diberikan imbalan. Padahal, kita ketahui bahwa jarak antara Satiruk dengan Samuda itu sangat jauh,” ujar Sufiansyah. (ifin/beritasampit.co.id).