Palangka Raya Perlu Tambahan Rumah Sakit Perluasan

Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Fairid Naparin.//Ist-Antara/Rendhik Andika;

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fairid Naparin, mengatakan pihaknya memerlukan tambahan Rumah Sakit Perluasan (RSP) untuk menangani pasien COVID-19 yang terus meningkat.

“Sampai kemarin tingkat hunian di RSUD kota dan RS Perluasan kota yang mampu menampung sekitar 170 pasien telah mencapai 83 persen. Untuk itu kami mengajukan pembangunan rumah sakit perluasan kepada pemerintah provinsi,” kata Fairid, Rabu 7 Juli 2021.

Diungkapkan banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit yang dikelola pemerintah kota itu karena adanya penambahan pasien COVID-19 dari daerah luar.

Biasanya mereka merupakan pasien COVID-19 dari daerah tetangga yang dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus. Namun karena kapasitas yang terbatas maka selanjutnya dirujuk kembali ke RSUD Kota Palangka Raya yang merupakan RS Satelit.

BACA JUGA:   Pos Siaga Banjir Lakukan Evakuasi ke Warga Jalan Mendawai

Untuk itu, lanjut Fairid, penambahan RS Perluasan tersebut sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang terpapar COVID-19 yang memiliki gejala sedang hingga berat.

Fairid juga meminta seluruh Rumah Sakit di Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan ruangan khusus pasien COVID-19 sebanyak 30 persen.

Dilansir dari Antara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, menerangkan, konsep RS Perluasan sama dengan konsep rumah sakit pada umumnya yang dilengkapi dengan peralatan medis standar rumah sakit.

BACA JUGA:   375 Pendaftar PPPK di Kota Palangka Raya Terverifikasi Memenuhi Syarat

Pihaknya berharap, RS Perluasan yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah difungsikan kembali.

Andjar menambahkan keberadaan rumah sakit perluasan juga akan mempermudah penanganan pasien COVID-19 bergejala sedang hingga berat karena layanan kesehatan yang diberikan terfokus di satu lokasi.

Selain itu RS Perluasan juga dan didukung dengan sarana dan prasarana dalam penanganan pasien dan berbeda dengan pusat karantina.

“Keberadaannya akan sangat membantu mengurangi beban penanganan pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus, RSUD Kota Palangka Raya dan RS Perluasan Kota Palangka Raya,” katanya.

(BS-65/beritasampit.co.id)